Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Kurs Dolar AS Ambruk

Ekonomi dolar as
13 Juli 2019 10:05
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap rival utamanya pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi lantaran para pelaku pasar berspekulasi kemungkinan penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) oleh Federal Reserve.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 13 Juli 2019, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,24 persen ke 96,8179 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1271 dari USD1,1258 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2571 dari USD1,2525 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik hingga USD0,7023 dibandingkan dengan USD0,6975. Dolar AS membeli 107,81 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,45 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9844 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9900 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3032 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3070 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan minggu ini bahwa arus lintas seperti ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global telah membebani aktivitas ekonomi AS dan prospeknya. Kondisi tersebut tentu perlu dicarikan jalan keluarnya secepat mungkin agar tidak memberikan efek negatif yang luas.
 
Dalam sambutannya di Komite Rumah Jasa Keuangan, di mana Powell bersaksi tentang Laporan Kebijakan Moneter Semiannual, Ketua the Fed mengatakan banyak peserta Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) melihat bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang agak lebih akomodatif telah menguat.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 243,95 poin atau 0,90 persen menjadi 27.332,03. Sementara S&P 500 naik sebanyak 13,86 poin atau 0,46 persen menjadi 3.013,77. Kemudian, indeks Komposit Nasdaq naik 48,10 poin atau 0,59 persen menjadi 8.244,14.
 
Saham Illumina anjlok lebih dari 16,1 persen, setelah raksasa bioteknologi AS mengurangi pedoman pendapatan setahun penuh ke tingkat pertumbuhan enam persen. Perusahaan juga mengatakan pendapatan kuartal kedua akan datang jauh dari harapan pasar.
 
Saham Deutsche Bank naik lebih dari 2,5 persen, setelah bank investasi Swiss UBS meningkatkan status saham bank Jerman dari jual menjadi netral. UBS mengatakan rencana restrukturisasi yang terakhir akan didukung oleh regulator, yang mengarah pada risiko/imbalan yang lebih seimbang dari skenario yang ada.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor industri naik hampir 1,7 persen, memimpin kenaikan. Ada harapan pemangkasan suku bunga AS bisa segera dilakukan termasuk perang dagang bisa cepat terhenti demi mendukung gerak pasar saham.
 
Sementara itu, selama kesaksiannya di depan Kongres, Ketua Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral akan selalu melakukan apa yang benar untuk ekonomi AS dan menyerukan Kongres untuk menaikkan batas utang pada waktu yang tepat.
 
Di sisi ekonomi, Biro Statistik Tenaga Kerja mengatakan, indeks harga produsen AS naik 0,1 persen pada Juni, kenaikan yang sama dengan Mei. Indeks naik 1,7 persen untuk 12 bulan yang berakhir pada Juni, tingkat kenaikan terendah sejak naik 1,7 persen pada Januari 2017.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif