"Meiji Yasuda, merupakan perusahaan swasta dengan asset terbesar ketiga di Jepang, tertarik dengan bisnis kekayaan ANZ serta luasnya jaringan asuransi jiwa," ujar sebuah sumber yang dekat dengan perusahaan berbasis di Tokyo mengatakan sebagaimana dikutip dari Strait Times, Minggu (20/11/2016).
Rendahnya risiko bisnis, fee-bisnis berbasis pensiun memikat investor itu, kata sumber itu. AIA bisa meningkatkan bisnis Australia yang ada secara signifikan jika membeli bisnis ANZ sebagaimana dikatakan sumber dua orang yang akrab dengan kepentingan AIA.
Pendapatan premi Australia kepada AIA relatif kecil dibandingkan pasar lain, seperti Hong Kong, Singapura dan Thailand. Representatives dari Meiji Yasuda dan AIA menolak berkomentar ketika ditanyai hal itu.
Aset ANZ memiliki nilai sebanyak 4,5 miliar dolar Australia, menurut hasil terbaru ANZ. Chief Executive ANZ Bank Shayne Elliott mengindikasikan bahwa bank sedang mencari harga yang setinggi itu.
Sejumlah analis menuturkan Australia merupakan pasar yang menarik bagi perusahaan asuransi asing karena populasi dan ekonomi tumbuh lebih cepat daripada sebagian besar pasar negara maju lainnya dan peraturannya lebih stabil daripada di pasar negara berkembang.
Perusahaan Jepang, Dai-ichi Life Holdings, menjadi perusahaan asuransi jiwa terbesar di Australia setelah mengakuisisi menara Australia (sekarang disebut TAL) untuk 1,2 miliar dolar Australia pada 2011, tidak tertarik dalam penawaran itu, menurut sebuah sumber.
baca : Bank ANZ Cetak Keuntungan Besar Dari Kartu Kredit
Bisnis ANZ, disebut OnePath, memiliki 10 persen pangsa pasar asuransi jiwa, menjadikannya pemain keenam terbesar di Australia. Perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Australia yaitu TAL dengan 17 persen dan AIA dengan 13 persen, menurut presentasi investor TAL pada September.
Bisnis asuransi dan kelas menengah ANZ di Australia melaporkan laba tunai tahun penuh mencapai 327 juta dolar Australia untuk tahun yang berakhir 30 September, turun 24 persen dari tahun sebelumnya, meskipun hasilnya didapat setelah melakukan restrukturisasi dan biaya software yang signifikan.
Ini adalah langkah besar kedua oleh sebuah bank besar Australia untuk menjual bisnis asuransi. National Bank Australia menjual sahamnya 80 persen untuk perusahaan asuransi jiwa untuk Jepang Nippon Life senilai USD2,4 miliar pada bulan lalu.
Para analis mengatakan, bank-bank besar Australia keluar sektor ini karena return on equity sekitar 10 persen lebih rendah dari hasil Bank secara keseluruhan dan regulator telah mengharuskan mereka untuk menahan lebih banyak modal kembali lebih tinggi buku hipotek mereka, kata para analis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News