Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Anjlok Meski OPEC Pangkas Pasokan

Ekonomi minyak mentah
03 Juli 2019 08:05
New York: Harga minyak dunia anjlok lebih dari empat persen pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), sekalipun setelah OPEC dan sekutunya termasuk Rusia sepakat untuk memperpanjang pengurangan pasokan hingga Maret 2020.
 
Mengutip Antara, Rabu, 3 Juli 2019, pelemahan itu terjadi karena data manufaktur yang lemah membuat para investor khawatir pelambatan ekonomi global dapat mengurangi permintaan minyak. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September jatuh USD2,66 atau 4,1 persen, menjadi USD62,40 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus tergelincir USD2,84 atau 4,8 persen, menjadi USD56,25 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh tertinggi dalam lebih dari lima minggu pada Senin waktu setempat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain seperti Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat untuk memperpanjang pengurangan pasokan minyak hingga Maret 2020 ketika para anggotanya mengatasi perbedaan untuk mencoba menopang harga.
 
Perpanjangan itu terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku setuju dengan Arab Saudi untuk memperpanjang pakta dan terus memotong produksi gabungan sebesar 1,2 juta barel per hari, atau 1,2 persen dari permintaan dunia.
 
Tanda-tanda perlambatan ekonomi global yang dapat menekan pertumbuhan permintaan minyak, berarti OPEC dan sekutunya dapat menghadapi perjuangan berat untuk menopang harga dengan mengekang pasokan. Itu angka minimum yang bisa disepakati OPEC untuk mencegah penurunan harga yang besar.
 
"Negara-negara anggota mencatat bahwa pertumbuhan permintaan minyak global untuk tahun ini telah turun menjadi 1,14 juta barel per hari, sementara pasokan non-OPEC diperkirakan akan tumbuh sebesar 2,14 juta barel per hari," tulis analis PVM, Tamas Varga dalam sebuah catatan.
 
"Tampaknya sisi penawaran dari penyamaan minyak mendukung harga minyak, tetapi kekhawatiran permintaan memaksa minyak lebih rendah," tambahnya.
 
Sedangkan Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat pada KTT G20 untuk memulai kembali perundingan perdagangan, tetapi aktivitas pabrik menyusut di sebagian besar Eropa dan Asia pada Juni, sementara aktivitas manufaktur AS melambat mendekati level terendah tiga tahun.
 
Lebih lanjut, Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan apapun perlu agak dimiringkan ke Amerika Serikat, yang memicu keraguan atas prospek untuk kesepakatan perdagangan antara dua ekonomi teratas.
 
Sementara itu, persediaan minyak mentah AS turun lima juta barel dalam pekan yang berakhir 28 Juni menjadi 469,5 juta barel, kelompok industri American Petroleum Institute (API) mengatakan. Analis memperkirakan penurunan tiga juta barel.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif