Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)
Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)

Wall Street Rontok Akibat Dilanda Kepanikan Resesi

Ekonomi wall street
Antara • 15 Agustus 2019 07:02
New York: Saham-saham di Wall Street turun tajam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WB). Kondisi itu terjadi karena kekhawatiran pasar tentang resesi terus berlanjut sehingga memukul sentimen investor. Tidak ditampik, perang dagang yang terus terjadi memberikan tekanan besar terhadap perekonomian Amerika Serikat (AS).
 
Mengutip Antara, Kamis, 15 Agustus 2019, indeks Dow anjlok 800,49 poin atau 3,05 persen menjadi 25.479,42 poin, menandai penurunan harian terbesar tahun ini. Indeks S&P 500 jatuh 85,72 poin atau 2,93 persen menjadi 2.840,60 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun tajam 3,02 persen atau 242,42 poin menjadi 7.773,94 poin.
 
Adapun 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah menjelang penutupan pasar. Sektor energi jatuh hampir empat persen dan memimpin kerugian. Sektor keuangan juga berada di antara yang berkinerja terburuk, anjlok sekitar 3,4 persen, karena saham-saham bank utama sensitif terhadap suku bunga dan memperpanjang kerugian mereka.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelemahan yang terjadi termasuk Bank of America, Citigroup, dan JP Morgan. Saham Macy's anjlok lebih dari 13,2 persen, setelah jaringan toko serba ada AS itu melaporkan laba kuartal kedua di bawah perkiraan pasar. Pengecer ini juga mengurangi prospek laba untuk setahun penuh sebesar 20 sen.
 
Pasar obligasi memancarkan sinyal mengkhawatirkan atas resesi yang membayangi pada Rabu 14 Agustus, karena imbal hasil dari surat utang Pemerintah AS bertenor 10 tahun jatuh di bawah imbal hasil surat utang bertenor dua tahun, menandai untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.
 
Selisih yang dibentuk disebut kurva imbal hasil terbalik, secara luas dianggap sebagai pertanda dari resesi ekonomi masa depan. Diakui bahwa resesi biasanya tiba dalam 18 hingga 24 bulan setelah kurva imbal hasil terbalik. Imbal hasil dari surat utang pemerintah jangka panjang dan jangka pendek Amerika Serikat, semua mundur kembali pada Rabu 14 Agustus.
 
Kegelisahan pasar mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 30 tahun mencapai titik terendah sepanjang masa, sedikit di atas dua persen, memicu kepanikan terhadap kesehatan ekonomi Amerika Serikat dan ekonomi global. Indeks Volatilitas CBOE, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 26,14 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif