"Tak ada alasan apa pun. Jika persetujuan tidak segera dilakukan, tarif akan dipulihkan kembali," kata Trump dilansir dari AFP, Selasa, 11 Juni 2019.
Trump sebelumnya sudah mengancam akan memberlakukan tarif tanpa batas ke Meksiko, jika Negara itu tidak bertindak atas imigran mereka yang menyeberang ke AS. Namun ancaman tersebut sempat ditangguhkan karena Meksiko setuju untuk bertindak.
Pemerintah Meksiko mengakui kesepakatan baru tersebut akan ditinjau dulu selama 45 hari. Menurut Trump ini terlalu lama.
Ancaman Trump ini kembali dilontarkan hanya tiga hari setelah penangguhannya. Ini memaksa mitra dagang utama AS tersebut meningkatkan tindakan terhadap imigran ilegal yang mencoba memasuki Amerika Serikat.
Washington dihadapkan dengan gelombang imigran Amerika Tengah yang melarikan diri dari kemiskinan dan kekerasan. Trump telah mengumumkan keadaan darurat nasional dan membangun tembok perbatasan.
Meksiko mengatakan telah setuju untuk membahas salah satu tuntutan utama Trump yang disebut perjanjian negara ketiga yang aman. Perjanjian tersebut berisi para migran yang memasuki wilayah Meksiko harus mengajukan permohonan suaka di negara tersebut daripada di AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News