Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Moody Perkirakan Ekonomi Singapura Tumbuh 1,5% di 2019

Ekonomi singapura ekonomi asia
Husen Miftahudin • 03 Agustus 2019 12:02
Singapura: Moody Analytics memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi Singapura untuk tahun ini hanya mencapai 1,5 persen. Singapura sering dipandang sebagai penentu arah kesehatan ekonomi global. Kondisi itu karena perdagangan luar negeri menyumbang sebagian besar dari Produk Domestik Bruto (PDB) mereka.
 
Kepala Ekonom Asia Pasifik Moody Steve Cochrane meyakini pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura mencapai kisaran 1,5-2 persen. Namun, batas bawah dinilai lebih realistis. Jika prediksi tersebut tercapai, artinya juga berada di ambang bawah perkiraan Pemerintah Singapura yang mematok pertumbuhan 1,5-2,5 persen di 2019 ini.
 
Pada 2018, Bank Dunia memperkirakan ekspor Singapura bernilai 176,4 persen dari PDB-nya. Jika perdagangan di Singapura lemah, ini menunjukkan penurunan permintaan dan pertumbuhan ekonomi di negara lain. Cochrane menggambarkan prediksinya untuk pertumbuhan PDB Singapura sebagai di bawah potensi yang ada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prediksi Cochrane datang bersamaan dengan komentar CEO DBS Piyush Gupta bahwa Singapura akan melihat sekitar satu persen dalam pertumbuhan PDB. "Proyeksi kami sendiri adalah bahwa PDB setahun penuh cenderung lebih dekat ke satu persen daripada ke nol persen," kata Gupta, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 3 Agustus 2019.
 
Namun, menurut Cochrane, ada beberapa titik terang termasuk industri farmasi Singapura yang menciptakan peluang bagi perekonomian. "Obat-obatan tumbuh cukup baik, meskipun ada beberapa benjolan di jalan. (Ini) industri bernilai tambah tinggi sebenarnya. Saya pikir menciptakan beberapa potensi bagus untuk perekonomian Singapura ke depan," kata Cochrane.
 
Selain itu, tambahnya, ada peluang bagus dari kenaikan industri farmasi yang dapat mencegah resesi teknis, yang para analis sangat berhat-hati karena mungkin terjadi pada 2020. Pertumbuhan tahunan majemuk rata-rata dalam pengeluaran farmasi di Singapura adalah enam persen dari 2013-2017.
 
"Dan diproyeksikan meningkat menjadi 6,1 persen pada 2018-2022," ungkap laporan 2018 dari The Economist Intelligence Unit.
 
Cochrane menilai prospek yang menjanjikan untuk industri farmasi Singapura digabungkan dengan ekonomi domestik yang cukup baik. "Pasar real estat stabil, pasar perumahan terlihat stabil. Jika pasar tenaga kerja dapat terus stabil dan permintaan domestik juga stabil, kita mungkin menghindari resesi teknis," pungkasnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif