Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

UE Ingatkan Kerusakan Ekonomi Global Akibat Perang Dagang

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china ekonomi eropa tiongkok uni eropa as-tiongkok Perang dagang
28 Juni 2019 13:45
Osaka: Para pemimpin Uni Eropa (UE) memperingatkan bahwa meningkatnya gesekan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok berdampak pada kerusakan pertumbuhan ekonomi global. Hal itu diungkapkan para pemimpin UE ketika ekonomi Kelompok 20 memulai KTT dua hari di Kota Osaka, Jepang.
 
KTT G20 tahunan dimulai di tengah kecemasan global yang meningkat atas perang dagang AS-Tiongkok dan meningkatnya ketegangan atas komitmen nuklir Iran yang mengancam akan membayangi pembicaraan mengenai isu-isu lain seperti iklim dan ekonomi digital.
 
Semua mata tertuju pada pertemuan berisiko tinggi antara Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KTT G20 dan apakah Presiden AS akan melakukan ancamannya terhadap tarif tambahan untuk barang-barang Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hubungan perdagangan antara Tiongkok dan AS sulit, mereka berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi global," kata Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, pada konferensi pers, seperti dikutip dari Antara, di Osaka, Jepang, Jumat, 28 Juni 2019.
 
"Dalam pembicaraan kami, baik dengan AS dan pihak berwenang Tiongkok saya menarik perhatian mereka pada dampak berbahaya yang diciptakan oleh masalah kontroversial ini," tambah Juncker.
 
Juncker mengatakan Uni Eropa bekerja sama dengan Tiongkok, Jepang, AS dan lainnya untuk mereformasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan menciptakan lapangan permainan yang setara. "Pekerjaan untuk menyusun komunike G20 berlanjut," tambahnya.
 
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menyatakan keprihatinan tentang Iran yang berpotensi melanggar komitmen nuklirnya, dengan mengatakan Uni Eropa akan terus memantau kepatuhan Teheran. Dalam hal ini, pihaknya sangat mendesak Iran untuk melanjutkan implementasi penuh dari semua komitmennya di bawah kesepakatan nuklir.
 
"Dan kami menanggapi dengan sangat serius kemungkinan pelanggaran komitmennya," pungkas Tusk.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif