Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Euro Capai Tingkat Tertinggi terhadap USD

Ekonomi ekonomi eropa eropa uni eropa zona euro
27 November 2017 10:46
Tokyo: Euro mencapai tingkat tertinggi dua bulan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan bertahan kuat terhadap mata uang utama lainnya pada Senin. Hal itu didukung kepercayaan bisnis Jerman yang kuat dan berkurangnya kecemasan tentang ketidakstabilan politik di ekonomi terbesar Eropa itu.
 
Mengutip Antara, Senin, 27 November 2017, euro dikutip USD1,1929, sedikit berubah dari level di AS akhir minggu lalu, setelah mencapai level tertinggi di USD1,1946, tingkat tertinggi dalam dua bulan. Mata uang umum telah menguat 3,2 persen sejak merosot ke level terendah tiga setengan bulan di USD1,1553 awal bulan ini.
 
Terhadap yen, euro naik menjadi 133,24 yen, tingkat tertinggi sejak 16 November, sementara euro juga menguat terhadap poundsterling Inggris menjadi 0,8978 pound, merayap mendekati level tertinggi bulan ini di 0,9014. Indeks kepercayaan bisnis Jerman yang disusun oleh institut ekonomi Ifo mencapai rekor tertinggi pada November.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data cerah tersebut diikuti oleh perkembangan positif di bidang politik, setelah Kanselir Jerman Angela Merkel -yang masa jabatan keempatnya terjerumus dalam keraguan minggu lalu, ketika perundingan koalisi tiga arah dengan Partai Demokrat Liberal (FDP) pro-bisnis dan Partai Hijau gagal- menyerahkan garis hidup politik oleh Partai Demokrat Sosial (SDP).
 
Sebaliknya, dolar tidak memiliki momentumnya sendiri karena inflasi yang rendah terus-menerus terlihat meruntuhkan argumen untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve. Para pelaku pasar sedang menyimak audiensi Kongres tentang calon Ketua Fed Jerome Powell.
 
Rencana reformasi pajak Donald Trump juga menjadi fokus. Trump dijadwalkan bertemu anggota Senat Republik pada Selasa 28 November untuk membahas upaya partai tersebut meloloskan undang-undang reformasi perpajakan.
 
"Pertama, Partai Republik harus menyetujui tentang rencana antara Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat. Kemudian rencana itu perlu disetujui oleh kedua majelis tersebut. Itu akan membutuhkan banyak waktu dan usaha," kata Shin Kadota, ahli strategi senior di Barclays.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif