Untuk 2020, lanjut Banxico, pertumbuhan ekonomi yang diperkiraan sebelumnya pada kisaran 1,5-2,5 persen menjadi 0,8-1,8 persen. "Informasi terbaru menunjukkan kelemahan akan lebih besar dan bertahan lebih lama dari perkiraan sebelumnya," kata Banxico, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 30 November 2019.
Banxico menambahkan ada pandangan pertumbuhan ekonomi Meksiko pada kuartal keempat tahun ini akan dipengaruhi oleh penurunan aktivitas di sektor otomotif. Angka pertumbuhan ekonomi yang tipis tahun depan didasarkan pada adanya pemulihan ekonomi yang bertahap.
Pemulihan yang bertahap itu diperkirakan terjadi pada konsumsi domestik. "Perlu dicatat bahwa ada tingkat ketidakpastian yang tinggi di sekitar pandangan ini, mengingat bahwa ekonomi Meksiko akan terus menghadapi lingkungan yang sulit," kata Banxico.
Laporan tersebut muncul menyusul indikator ekonomi terbaru yang dirilis oleh Institut Statistik dan Geografi Nasional (Inegi) yang menunjukkan ekonomi Meksiko mengalami resesi di paruh pertama 2019 dan mandek di kuartal ketiga. Pada 2018, Meksiko, ekonomi terbesar kedua di Amerika Latin setelah Brasil, mengalami pertumbuhan dua persen dari sisi PDB.
Adapun Meksiko adalah importir barang terbesar kedua ke Amerika Serikat pada 2018, menurut Kantor Perwakilan Dagang AS. Sedangkan Amerika Serikat mengimpor USD346,5 miliar barang dari Meksiko pada 2018, meningkat 10,3 persen dari tahun sebelumnya, menurut USTR. Impor AS di 2018 menyumbang 13,6 persen.
Sementara itu, Meksiko adalah pemasok asing terbesar produk pertanian ke Amerika Serikat, yang berjumlah hingga USD26 miliar pada tahun lalu, menurut USTR. Kategori teratas di antara impor itu termasuk sayuran segar, buah segar, anggur dan bir, dan makanan olahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News