Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Perdagangan Non-Minyak Iran-UE Terus Turun Tiap Tahun

Ekonomi bank central eropa iran ekonomi eropa eropa uni eropa
Angga Bratadharma • 01 Mei 2019 15:31
Teheran: Eghtesadonline melaporkan Iran memperdagangkan 8,68 juta ton komoditas non-minyak senilai USD10,44 miliar dengan Uni Eropa (UE) selama tahun fiskal Iran terakhir yang berakhir pada 20 Maret 2019. Angka itu mencatat penurunan tajam sebanyak 14,83 persen dan penurunan nilai 22,55 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
 
Mengutip CNBC, Rabu, 1 Mei 2019, ekspor Iran ke UE berjumlah 1,18 juta ton senilai USD1,08 miliar selama periode tersebut. sementara impor dari UE mencapai 7,5 juta ton senilai USD9,36 miliar. Iran terutama mengekspor jeroan, kunyit, urea, film kelas polietilen, lantai, non-paduan besi/baja, metanol, dan bagian kendaraan ke negara-negara anggota UE.
 
Sebagai gantinya, komoditas utama yang diimpor ke Iran dari negara-negara UE termasuk jagung ladang, elektroda grafis, antiserum, kedelai, kue minyak, onderdil mobil, jelai, mesin, kompresor udara ulir, bagian tungku industri dan mesin pembakaran, dan obat-obatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jerman menempati urutan teratas di antara anggota UE dengan perdagangan bilateral dengan Iran. Perdagangan dengan Jerman selama periode itu mencapai 801.658 ton senilai USD2,72 miliar. Meski terus menurun, tetapi diharapkan kondisi ini bisa diperbaiki serta nantinya kembali meningkat di masa mendatang.
 
Sebelumnya, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan dampak sanksi AS terhadap ekonomi Iran menyeret aktivitas kawasan yang lebih luas. IMF memperkirakan kontraksi 1,7 persen dalam produksi barang dan jasa untuk eksportir minyak non-Gulf Cooperation Council (GCC), setelah menyusut 1,1 persen tahun lalu.
 
"Ini terutama didorong oleh perkembangan di Iran, di mana resesi diperkirakan akan semakin dalam, mengurangi pertumbuhan yang diproyeksikan hampir 10 poin selama 2018-2020," kata IMF dalam Outlook Ekonomi Regional 2019: Pembaruan Timur Tengah dan Asia Tengah.
 
IMF memperkirakan ekonomi Iran menyusut enam persen di tahun ini, setelah mengalami kontraksi 3,9 persen tahun lalu. Sebaliknya, Iran mencatat pertumbuhan 3,8 persen pada 2017, sebelum Pemerintahan Trump memberlakukan kembali sanksi ekonomi setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015.
 
Ekonom mengatakan kombinasi dari sanksi keras, terutama pada ekspor minyak Iran yang dimulai November lalu, serta bertahun-tahun salah urus ekonomi telah menyebabkan melambungnya inflasi, meningkatnya pengangguran, dan terburu-buru terburu-buru untuk membeli dolar.
 
Inflasi di Iran dapat mencapai 40 persen atau lebih tinggi tahun ini, seorang pejabat senior IMF mengatakan. Tentu persoalan ini harus diwaspadai agar tidak memberikan efek negatif lebih dalam di masa-masa yang akan datang.

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif