Mengutip CNBC, Sabtu, 31 Maret 2018, Aso mengatakan, Jepang mendukung tren global usai perang mempromosikan kerangka perdagangan multilateral. Selain itu, penandatanganan baru-baru ini atas kesepakatan perdagangan bebas Trans-Pacific Partnership adalah perkembangan signifikan bahkan tanpa partisipasi Amerika Serikat.
Sebelumnya, Bank of Japan (BoJ) membuat kebijakan pengaturan moneter tidak berubah dan terjebak pada pandangan optimistis mengenai ekonomi. Kondisi itu menggarisbawahi keyakinan bahwa program stimulus yang besar membantu menaikkan inflasi ke sasaran yang sulit dipahami.
"Perekonomian Jepang berkembang moderat, dengan siklus yang baik dari pendapatan hingga operasi pembelanjaan," kata BoJ, dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan keputusan kebijakan tersebut.
Dalam langkah yang diharapkan secara luas, BoJ mempertahankan target suku bunga jangka pendeknya di minus 0,1 persen dan sebuah janji untuk membimbing imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun sekitar nol persen.
Keputusan tersebut dibuat oleh pemungutan suara 8-1 dengan anggota dewan Goushi Kataoka yang berpisah dengan pandangan bahwa BoJ harus mempercepat pembelian obligasi untuk menekan imbal hasil jangka panjang lebih lanjut. Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda akan mengadakan jumpa pers pukul 03.30. untuk menjelaskan keputusan kebijakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News