NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: N’Djamena, Chad/AFP
Ilustrasi. FOTO: N’Djamena, Chad/AFP

Diserbu Investor, Harga Emas Dunia Melejit

Ekonomi harga emas ekonomi dunia
Antara • 25 Februari 2020 07:31
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange kembali melonjak pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi di tengah meningkatnya serbuan terhadap aset safe-haven logam mulia.
 
Mengutip Antara, Selasa, 25 Februari 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik USD27,8 atau 1,69 persen, menjadi menetap di USD1.676,6 per ons atau tingkat tertinggi dalam tujuh tahun.
 
Sementara itu, di pasar spot, emas naik 1,7 persen menjadi diperdagangkan di USD1.671,35 per ons pada pukul 13.59 waktu setempat (18.59 GMT). Emas sempat mencapai tertinggi sesi USD1.688,66, tingkat tertinggi sejak Januari 2013.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Investor khawatir tentang pertumbuhan ekonomi global dalam menghadapi kasus virus korona yang meningkat tajam di luar Tiongkok. "Pasar sekarang ketakutan," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, mengutip kekhawatiran virus korona.
 
“Kekhawatirannya bukan tentang virus tepatnya, itu dari sudut pandang ekonomi. Dow Jones jatuh sekitar 1.000 poin, imbal hasil obligasi juga lebih rendah," tambahnya.
 
Ada peningkatan tajam dalam kasus virus korona yang dilaporkan di Italia, Korea Selatan, dan Iran, dengan Afghanistan dan Irak melaporkan kasus pertama mereka. Namun, tingkat infeksi di Tiongkok telah berkurang.
 
Di luar Tiongkok daratan, wabah telah menyebar ke sekitar 29 negara dan wilayah, dengan korban tewas sekitar dua lusin, menurut penghitungan Reuters. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan khawatir tentang meningkatnya jumlah kasus tanpa kaitan yang jelas dengan Tiongkok.
 
Investor memandang emas dan aset lain seperti obligasi pemerintah dan dolar AS sebagai tempat berlindung yang aman selama masa tertekan. Pembalikan kurva antara imbal hasil obligasi AS 3-bulan dan 10-tahun semakin dalam, dalam apa yang para ekonom lihat sebagai sinyal resesi. Imbal hasil acuan obligasi 10-tahun AS turun ke tingkat terendah sejak Juli 2016.
 
Ketakutan investor terhadap wabah virus memicu aksi jual luas di pasar ekuitas. Dow Jones industrials turun lebih dari 800 poin, di bawah rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak Oktober. Di Eropa, pasar mengalami penurunan harian terbesar sejak pertengahan 2016.
 
Mengikuti kenaikan emas, perak melonjak 2,3 persen menjadi USD18,88 per ons, setelah mencapai level tertinggi sejak September di USD18,90. Palladium turun 3,1 persen menjadi USD2.619,01 per ons, sedangkan platinum turun 0,3 persen menjadi USD970,17.
 
Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Maret naik 34,6 sen atau 1,87 persen, menjadi ditutup pada USD18,876 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April turun USD1,9 atau 0,19 persen, menjadi menetap pada USD974,2 per ons.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif