Ilustrasi. FOTO: Samuel Corum/AFP
Ilustrasi. FOTO: Samuel Corum/AFP

Manufaktur AS Lanjutkan Pelemahan

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Medcom • 02 November 2019 10:46
Washington: Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur Amerika Serikat (AS) berkontraksi pada Oktober 2019 atau merupakan bulan ketiga berturut-turut mengalami guncangan. Di antara penyebab pelemahan tersebut yakni perang dagang yang masih terjadi antara AS dengan Tiongkok.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 2 November 2019, Indeks Pembelian Manajer (PMI) AS berada di posisi 48,3 persen. Angka itu lebih baik dari posisi 47,8 persen di September, yang merupakan terendah dalam satu dekade. Namun demikian, pembacaan di bawah 50 persen menunjukkan sektor manufaktur umumnya berkontraksi.
 
"Komentar dari panel mencerminkan peningkatan dari bulan sebelumnya, tetapi sentimen tetap lebih berhati-hati daripada optimistis. Perdagangan global tetap menjadi masalah lintas-industri yang paling signifikan," kata Ketua Komite Survei Bisnis Manufaktur ISM Timothy Fiore.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 18 industri manufaktur, hanya lima yang melaporkan pertumbuhan pada Oktober, sementara 12 industri melaporkan kontraksi. Data manufaktur terbaru mengonfirmasi bahwa tarif Washington terhadap impor dari Tiongkok dan mitra dagang lainnya terus berdampak pada bisnis Amerika dan ekonomi secara keseluruhan.
 
"Ekonomi menunjukkan sedikit tanda-tanda pelemahan. Bisnis yang sama menghadapi masalah perdagangan, tarif, dan ketidakpastian mata uang membuat lingkungan menjadi menantang," kata seorang eksekutif dari industri makanan, minuman, dan produk tembakau.
 
Di sisi lain, penasihat perdagangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Peter Navarro, dilaporkan tengah memperjuangkan kesepakatan dagang di belakang layar antara AS dengan Tiongkok. Hal itu dilakukan ketika para negosiator berupaya menyempurnakan kesepakatan perdagangan "Fase Satu".
 
Adapun kesepakatan dagang "Fase Satu" diperkirakan ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada bulan depan. Navarro telah mengambil masalah khusus dengan perlindungan tertentu untuk properti intelektual dan teknologi terkait kesepakatan yang muncul dalam versi sebelumnya, menurut tiga sumber.
 
Ketiga sumber tersebut telah secara teratur berhubungan dengan Trump dan pemerintahan. Dilaporkan Navarro sudah mendesak Trump untuk memaksa Tiongkok berkomitmen kembali pada janji-janji sebelumnya tentang perlindungan IP atau meninggalkan perjanjian.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif