BoJ Dinilai Perlu Meneliti Efek Samping Pelonggaran Moneter
Gedung Bank of Japan (FOTO: AFP)
Tokyo: Sebagian besar pembuat kebijakan di Bank of Japan (BoJ) berpandangan bahwa bank sentral harus terus-menerus mengejar pelonggaran moneter yang kuat pada sebuah penilaian suku bunga di Januari. Hal itu perlu dilakukan meskipun beberapa meminta perlunya untuk meneliti potensi kekurangan stimulus besar.

"Beberapa anggota mengatakan bahwa penting untuk terus memantau dan menilai dampak positif serta efek samping dari kebijakan pelonggaran moneter saat ini, termasuk pengaruhnya terhadap sistem keuangan Jepang," ungkap risalah BoJ, seperti dikutip dari CNBC, Kamis, 15 Maret 2018.

Pada pertemuan kebijakan di Januari, BoJ mempertahankan pengaturan moneter tidak berubah dan menawarkan pandangan optimistis tentang ekspektasi inflasi. Ada harapan ekspektasi inflasi bisa memberikan efek positif terhadap perekonomian yang lebih berkualitas di masa yang akan datan.

Sebelumnya, Bank of Japan membuat kebijakan pengaturan moneter tidak berubah dan terjebak pada pandangan optimistis mengenai ekonomi. Kondisi itu menggarisbawahi keyakinan bahwa program stimulus yang besar membantu menaikkan inflasi ke sasaran yang sulit dipahami.

"Perekonomian Jepang berkembang moderat, dengan siklus yang baik dari pendapatan hingga operasi pembelanjaan," kata BoJ, dalam sebuah pernyataan yang mengumumkan keputusan kebijakan tersebut.

Dalam langkah yang diharapkan secara luas, BoJ mempertahankan target suku bunga jangka pendeknya di minus 0,1 persen dan sebuah janji untuk membimbing imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun sekitar nol persen.

 



(ABD)