Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Brexit Tekan Poundsterling ke Posisi Terendah

Ekonomi brexit ekonomi inggris
25 April 2019 09:33
London: Mata uang Inggris, poundsterling, bertahan pada level terendah dalam dua bulan pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Hal itu terjadi karena ada tekanan dari dolar Amerika Serikat (USD) dan memudarnya harapan munculnya terobosan dalam pembicaraan Brexit antara pemerintah dengan oposisi.
 
Mengutip Antara, Kamis, 25 April 2019, indeks dolar, yang mengukur mata uang AS dengan enam mata uang utama, menyentuh level tertinggi dalam 22 bulan terakhir. Sedangkan poundsterling naik 0,1 persen lebih tinggi pada posisi USD1,29, mendekati level terendah sejak 19 Februari. Terhadap euro, poundsterling naik 0,3 persen lebih tinggi pada 86,46 sen.
 
Perdana Menteri Inggris Theresa May kepada tim menteri utama mengatakan bahwa pembicaraan dengan Partai Buruh yang beroposisi untuk menemukan jalan keluar Brexit berlangsung serius, meski sulit mencapai kesepakatan di beberapa area.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa analis melihat adanya ruang untuk optimistis mengingat kesepakatan dengan Uni Eropa untuk menunda Brexit hingga Oktober, telah memupus kekhawatiran Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa ada kesepakatan.
 
"Kami cukup konstruktif tentang prospek jangka pendek pound," kata Nikolay Markov, ekonom senior di Pictet Asset Managemen berbasis di London.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 59,34 poin atau 0,22 persen menjadi 26.597,05 poin. Indeks S&P 500 melemah 6,43 poin atau 0,22 persen menjadi 2.927,25 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 18,81 poin, atau 0,23 persen menjadi 8.102,01 poin.
 
Saham Boeing naik 0,39 persen, setelah laba kuartalannya menunjukkan sesuai dengan estimasi pasar, sementara pendapatannya sedikit di bawah perkiraan. Saham produsen alat-alat industri AS Caterpillar jatuh 3,03 persen, meskipun laba kuartal pertamanya lebih baik dari perkiraan.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor energi turun sekitar 1,85 persen, memimpin para kerugian. Saham-saham energi adalah hambatan terbesar pada S&P 500 karena harga minyak jatuh.
 
Para investor sedang mencerna sejumlah laporan laba kuartal pertama dari raksasa teknologi lainnya yang dirilis setelah penutupan pasar, termasuk Facebook, Microsoft dan Tesla.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif