Ilustrasi (Foto: RBS)
Ilustrasi (Foto: RBS)

Studi: Pemanasan Global Tingkatkan Ketimpangan Ekonomi Dunia

Ekonomi pemanasan global ekonomi dunia ekonomi global
23 April 2019 11:02
Washington: Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pemanasan global dapat memperburuk ketimpangan ekonomi di dunia sejak 1960-an. Tentu persoalan ini sangat krusial dan semua pihak perlu mencari cara untuk mengantisipasi pemanasan global demi masa depan yang lebih baik lagi.
 
Hasil studi yang diterbitkan di jurnal ilmiah multidisiplin bertajuk "Proceedings of the National Academy of Sciences" mengungkapkan perubahan suhu yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer mungkin membuat negara-negara seperti Norwegia lebih kaya, tapi memperlambat pertumbuhan ekonomi di negara-negara hangat seperti Nigeria.
 
"Sebagian besar negara termiskin di Bumi jauh lebih miskin daripada tanpa pemanasan global," kata pemimpin penulis studi Noah Diffenbaugh, seorang ilmuwan iklim dari Stanford University, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 23 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para peneliti menganalisis 50 tahun pengukuran suhu dan PDB tahunan atas 165 negara untuk memperkirakan efek fluktuasi suhu terhadap pertumbuhan ekonomi. Mereka menemukan bahwa, dari 1961 hingga 2010, pemanasan global menurunkan kekayaan per orang di negara-negara termiskin di dunia sebesar 17 persen hingga 30 persen.
 
Kesenjangan antara kelompok negara dengan output ekonomi tertinggi dan terendah per orang kini sekitar 25 persen lebih besar daripada tanpa perubahan iklim, menurut penelitian.
 
"Tanaman lebih produktif, orang lebih sehat dan kita lebih produktif di tempat kerja ketika suhu tidak terlalu panas atau terlalu dingin," kata Marshall Burke, asisten profesor Earth System Science di Stanford dan rekan penulis penelitian ini.
 
"Ini berarti bahwa di negara-negara yang dingin, sedikit pemanasan dapat membantu. Yang sebaliknya berlaku di tempat-tempat yang sudah panas," tambahnya.
 
Para peneliti menemukan negara-negara tropis, khususnya, cenderung memiliki suhu jauh di luar ideal untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi kurang jelas bagaimana pemanasan telah memengaruhi pertumbuhan di negara-negara di garis lintang tengah, termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
 
Studi ini menunjukkan bahwa beberapa ekonomi terbesar berada di dekat suhu yang sempurna untuk output ekonomi, tetapi Burke memperingatkan bahwa sejumlah besar pemanasan di masa depan akan mendorong mereka semakin jauh dari suhu optimal.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif