Pemimpin ekonomi terbesar ketiga di dunia ini berharap akan ada masa transisi untuk memudahkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang dijadwalkan pada Maret 2019. Kemudahan ini menjadi penting agar masa transisi berjalan lembut dan tidak memberikan efek negatif bagi laju bisnis termasuk efek negatif bagi ekonomi dunia.
"Jepang mendukung Inggris yang kuat dan Eropa yang kuat," kata Abe, kepada wartawan pada sebuah briefing di London, seperti dikutip dari Reuters, Senin 1 Mei 2017. Abe mengadakan pembicaraan dengan PM Inggris Theresa May di Checkers, rumah negara dari Perdana Menteri Inggris.
Menurutnya, proses Brexit harus memberikan dampak positif bagi perekonomian Inggris termasuk pelaku bisnis. Kondisi itu penting terjadi agar momentum perbaikan dan pertumbuhan ekonomi dunia terus terjaga. Bahkan, diharapkan Brexit tidak memberi efek negatif signifikan.
"Adalah penting bahwa solidaritas perusahaan di Eropa secara keseluruhan dipertahankan, sementara memastikan Brexit yang lancar dan sukses," kata Abe.
Para pemimpin negara anggota Uni Eropa telah mengesahkan panduan perundingan dengan Inggris menyangkut Brexit. Panduan ini yang akan digunanakan untuk menentukan perundingan hubungan Inggris dan negara anggota Uni Eropa setelah memisahkan diri.
"Pedoman sudah disahkan dengan suara bulat. Mandat politik EU27 (27 anggota EU) yang tegas dan adil sudah siap," kata Presiden Dewan Eropa Donald Tusk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News