Mengutip CNBC, Rabu 27 September 2017, berbicara pada sebuah pertemuan dengan panel penasihat utamanya, Abe mengatakan bahwa paket tersebut harus berfokus pada subsidi pendidikan, biaya perawatan anak, dan peningkatan investasi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas.
Abe diperkirakan akan mengumumkan pemilihan cepat pada Senin untuk memanfaatkan peringkat yang lebih baik dan partai oposisi yang tidak terorganisir, dan paket stimulus bisa menjadi cara untuk memikat pemilih selama kampanye pemilihan.
Sebelumnya, perekonomian Jepang mengalami pertumbuhan sebanyak 0,6 persen pada kuartal II-2017, data resmi menunjukkan. Pertumbuhan yang positif itu menandai periode terpanjang ekspansi di lebih dari satu dekade untuk ekonomi terbesar ketiga di dunia.
Angka terakhir direvisi turun dari perkiraan awal 1,0 persen namun masih merupakan kinerja yang kuat dari ekonomi pembangkit tenaga listrik Asia, kata para analis. Tentu ada harapan agar negara ini bisa terus melanjutkan pertumbuhan ekonominya di masa mendatang.
Perekonomian Jepang telah meningkat, terutama didukung oleh lonjakan ekspor termasuk komponen smartphone dan chip memori, dengan investasi terkait dengan Olimpiade Tokyo 2020 juga memberi dorongan pertumbuhan.
Kepala Ekonom Dai-ichi Life Research Institute Yoshiki Shinke mengatakan bahwa pertumbuhan yang kuat kemungkinan akan berlanjut, meskipun kekhawatiran mengenai Korea Utara akan tetap ada.
"Ke depan, tentu saja kita memiliki masalah Korea Utara yang sulit diprediksi, namun tidak ada kekhawatiran atau risiko yang mendesak sehingga ekonomi kemungkinan akan terus berlanjut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News