Jack Ma. FOTO: AFP
Jack Ma. FOTO: AFP

Melamar Kerja di Alibaba, Jack Ma Akui Mustahil Diterima

Ekonomi alibaba
Angga Bratadharma • 26 Oktober 2019 13:02
Singapura: Jack Ma adalah seseorang yang mendirikan Alibaba -salah satu perusahaan teknologi paling sukses di Tiongkok. Akan tetapi, pengusaha sekaligus miliarder itu mengaku akan mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di Alibaba pada hari ini. Tentu pernyataan Ma sulit dipahami.
 
Bukan hanya itu, sebagian besar pendiri e-commerce lainnya juga harus berjuang keras agar bisa lulus penyaringan awal guna bisa diterima di perusahaan yang paling diinginkan di dunia itu. Hal tersebut lantaran Alibaba memiliki standar yang tinggi mengingat skala bisnisnya sangat besar.
 
"Orang-orang seperti saya, hari ini, jika saya mencoba melamar (untuk) pekerjaan di Alibaba, itu hampir mustahil," kata Ma, di Forbes Global CEO Conference, di Singapura, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 26 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menilai hal tersebut karena adanya cacat dalam sistem ketenagakerjaan internasional, yang terlalu menekankan hasil akademis. Sedangkan pemikiran out of box diposisikan tidak adil. "Orang-orang menilai Anda dari diploma Anda," kata Ma.
 
"Mereka akan berpikir 'hei, kita punya sekelompok orang dari Harvard, kita punya orang-orang dari Stanford, dan kamu entah dari mana'," tambah Ma.
 
Ma -yang berjuang melalui sekolah dan terkenal sudah ditolak dari 30 pekerjaan sebelum ia memulai Alibaba pada 1999- mengaku sudah bertemu dengan banyak orang berkemampuan tinggi tapi kurang berhasil dari sisi akademisi.
 
"Saya telah menemukan banyak pengusaha seperti saya," kata Ma seraya mencatat dua mantan rekannya, sekarang pendiri Alipay dan Taobao, yang gagal masuk ke program MBA karena mereka tidak lulus ujian matematika.
 
Dirinya beranggapan daftar-pembanding akademik seperti itu menjadi semakin tidak relevan dalam era digital yang berkembang cepat seperti sekarangini. "Dalam industri, Anda harus mengingat lebih cepat, Anda harus mengingat lebih banyak, dan Anda harus menghitung lebih cepat," ucapnya.
 
"Ini adalah hal-hal yang sekarang dapat dilakukan mesin jauh lebih baik daripada Anda. Itu adalah sesuatu yang saya khawatirkan. Sekitar 20, atau 30 tahun kemudian, anak-anak kita tidak akan pernah bisa bertahan hidup karena pendidikan yang kita ajarkan," kata Ma.
 
Pria berusia 55 tahun, yang pensiun sebagai Chairman Alibaba bulan lalu, sekarang berencana melakukan pekerjaan filantropis di sektor pendidikan. Langkah itu diambil untuk lebih mempersiapkan generasi berikutnya lantaran lanskap sudah berubah dengan mendorong pemikiran mandiri yang lebih besar.
 
"Kami (harus) mengajarkan anak-anak kami bagaimana menjadi inovatif, konstruktif dan kreatif sehingga mereka dapat bertahan hidup di masa AI (kecerdasan buatan). Saya ingin melakukan lebih banyak hal tentang itu," pungkas Ma.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif