Presiden Tiongkok Xi Jinping bersama dengan Presiden AS Donald Trump. Nicolas Asfouri/AFP/Getty Images
Presiden Tiongkok Xi Jinping bersama dengan Presiden AS Donald Trump. Nicolas Asfouri/AFP/Getty Images

Trump Diharap Tidak Potong Kesepakatan Dagang dengan Tiongkok

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 21 September 2019 16:05
New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diharapkan tidak memotong kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok. Apalagi, negosiasi sedang berlangsung hingga sekarang ini. Pasalnya hal tersebut bisa menjadi bumerang bagi Trump menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2020.
 
"Masalah politik sangat serius di sini. Trump menghadapi oposisi Demokrat yang benar-benar tidak menyukai Tiongkok. Tetapi ia juga menghadapi -di pihak Republik- orang-orang yang ingin dia menjadi lebih keras di Tiongkok," kata Direktur Pelaksana sekaligus Kepala Ekonom CME Group Bluford Putnam, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 21 September 2019.
 
"Jadi, dia lebih baik tidak pernah memotong kesepakatan (perdagangan dengan Tiongkok). Jika dia membuat kesepakatan, dia akan dikritik dari kedua belah pihak. Jika dia tetap tegar, dia bisa melewatinya dengan baik," tambahnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Omong-omong, hal itu adalah masalah yang sama (bagi Presiden Tiongkok) yang dimiliki Xi Jinping. Dia tidak bisa menyerah pada pelaku seperti Presiden Trump. Jadi apa yang akan dia lakukan? Dia juga tidak menginginkan kesepakatan (dengan Amerika Serikat)," tukasnya.
 
Putnam yakin tidak akan ada keputusan tentang kesepakatan sebelum Pilpres AS 2020. Setelah menerapkan 'America First' pada pemilu 2016, Trump akan menyadari bahwa oposisi Partai Demokrat, dan pemilih akan dengan cepat mengkritik pendekatannya terhadap perdagangan global dan Tiongkok jika ekonomi AS menderita sebagai akibatnya.
 
Sejak awal 2018, AS dan Tiongkok telah terlibat dalam sengketa perdagangan dengan kedua negara mengenakan tarif impor satu sama lain bernilai miliaran dolar. Trump memprakarsai tarif mengutip praktik perdagangan tidak adil dari Tiongkok dan menuduh Tiongkok melakukan pencurian kekayaan intelektual.
 
Sebelumnya, Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin mengklaim Presiden AS Donald Trump dapat melakukan perjanjian dengan Tiongkok kapan saja. Akan tetapi, Mnuchin menegaskan, fokus Trump adalah mencari kesepakatan terbaik untuk para pekerja Amerika.
 
"Presiden (AS Donald Trump) benar. Dia bisa melakukan kesepakatan kapan saja (dengan Tiongkok). Tapi dia hanya ingin melakukan banyak hal. Dan izinkan saya hanya mengingatkan Anda, diskusi ini (bahas perdagangan dengan Tiongkok) telah berlangsung selama dua setengah tahun," kata Mnuchin.
 
"Dan Presiden Trump hanya akan menyetujui kesepakatan jika itu adalah kesepakatan yang bagus. Kesepakatan yang baik untuk perusahaan AS dan pekerja AS," pungkas Mnuchin.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif