Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Reli Penguatan Emas Dunia Terhenti

Ekonomi harga emas emas ekonomi dunia
Antara • 17 Agustus 2019 08:04
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange menghentikan kenaikan beruntun beberapa hari terakhir dengan ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Pelemahan terjadi karena pasar ekuitas AS meningkat dan dolar AS menguat.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 17 Agustus 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun USD7,60 atau 0,5 persen menjadi USD1.523,60 per ons. Pada perdagangan Jumat waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average, S&P 500 dan Nasdaq semuanya naik lebih dari satu persen.
 
Ketika indeks acuan di bursa saham naik, emas berjangka biasanya jatuh, karena investor tidak perlu mencari aset-aset safe haven, dan mengalihkan dana-dananya ke aset-aset berisiko. Dolar AS yang menguat mengurangi daya tarik emas, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, penguatan dolar AS menambah tekanan pada emas berjangka. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik sedikit menjadi 98,17 menjelang penyelesaian perdagangan emas.
 
Meskipun emas berjangka turun pada Jumat 16 Agustus, logam mulia ini membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena kekhawatiran tentang meningkatnya ketegangan perdagangan dan kemungkinan resesi global.
 
Emas berjangka memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat WIB), didorong oleh selera safe haven meskipun terjadi beberapa pemulihan di pasar saham Amerika Serikat. Kontrak emas berjangka paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD3,40 atau 0,22 persen menjadi USD1.531,20 per ons pada Kamis waktu setempat.
 
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun sebanyak 9,2 sen atau 0,53 persen ke USD17,122 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD9,5 atau 1,13 persen menjadi USD851,50 per ons.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif