Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones
Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones

Morgan Stanley: Kebijakan Kurang Efektif Jika AS-Tiongkok Tak Sepakat

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Medcom • 23 November 2019 18:04
New York: Morgan Stanley mengungkapkan semakin banyak pemerintah dan bank sentral di dunia yang mengambil langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi, kebijakan itu akan kurang efektif jika Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok tidak mencapai kesepakatan perdagangan fase satu.
 
"Tidak adanya kesepakatan itu akan memperpanjang ketidakpastian ekonomi secara global," kata Co-Chief Executive Asia Pasifik Morgan Stanley Gokul Laroia, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 23 November 2019.
 
Ketidakpastian itu telah menyebabkan bisnis menahan rencana untuk berinvestasi dan berekspansi -alasan utama di balik melambatnya pertumbuhan di banyak negara. Tentu ada harapan agar kesepakatan dagang antara kedua negara bisa segera tercapai demi kepentingan bersama yang lebih besar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kesepakatan (fase satu antara AS-Tiongkok) ditambah dengan kebijakan akan jauh lebih berdampak daripada sekadar kebijakan. Dan efektivitas, apakah itu moneter atau fiskal (kebijakan) jauh lebih rendah ketika Anda tidak memiliki kesepakatan perdagangan," tuturnya.
 
Adapun AS dan Tiongkok sepakat untuk bersama-sama menuju kesepakatan fase satu. Tetapi Washington dan Beijing sejak itu telah mengirim sinyal beragam tentang apakah kesepakatan parsial akan dilakukan atau tidak. Kondisi itu yang akhirnya memicu spekulasi bahwa kedua negara tengah mengalami kebuntuan dalam hal perdagangan.
 
Dalam satu contoh, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan kedua belah pihak telah sepakat untuk membatalkan tarif yang ada secara bertahap. Tetapi Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan dia tidak setuju untuk menurunkan tarif itu. Bahkan, Trump mengancam akan menaikkan tarif barang-barang Tiongkok jika kesepakatan tidak dilakukan.
 
Direktur Kissinger Institute Wilson Center di Tiongkok dan Amerika Serikat, Robert Daly mengatakan, kesepakatan apapun yang dicapai antara kedua negara akan sebagian besar didasarkan pada persyaratan Beijing.
 
"Kita mungkin mendapatkan kesepakatan perdagangan fase satu, kesepakatan dengan persyaratan Tiongkok karena Trump berpikir dia membutuhkannya untuk pemilihan ulang di 2020. Tiongkok akan memberikan pembelian dan janji. Beberapa pembelian akan benar-benar ada dan beberapa tidak akan. Ini persis apa yang telah dicapai Presiden sebelumnya," ucapnya.
 
Di sisi lain, negosiasi perdagangan berisiko tinggi antara Amerika Serikat dan Tiongkok kembali mengalami masalah ketika kedua negara berusaha untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan terbatas. Tidak dipungkiri, kondisi tersebut bakal menghilangkan angin segar di pasar keuangan dan pasar saham yang kini perlahan mulai membaik.
 
"AS berusaha untuk mengamankan konsesi yang lebih kuat dari Tiongkok untuk mengatur perlindungan kekayaan intelektual dan guna menghentikan praktik transfer teknologi paksa sebagai imbalan untuk menarik kembali beberapa tarif," mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif