Deputi Gubernur Bank of Japan Hiroshi Nakaso (REUTERS/Yuya Shino)
Deputi Gubernur Bank of Japan Hiroshi Nakaso (REUTERS/Yuya Shino)

BoJ Tidak akan Perdalam Kebijakan Suku Bunga Negatif

Angga Bratadharma • 08 September 2016 23:06
medcom.id, New York: Deputi Gubernur Bank of Japan (BoJ) Hiroshi Nakaso menyatakan bank sentral tidak akan melakukan pendalaman terkait penetapan suku bunga negatif atau langkah-langkah berupa kebijakan lainnya yang diperlukan untuk mencapai target yang diharapkan.
 
Nakaso mengatakan, penilaian dilakukan secara komprehensif atas efek kebijakan yang dilakukan oleh BoJ akan berlangsung pada akhir bulan ini. Serta digunakan untuk mencari cara guna mempercepat pencapaian target inflasi di angka dua persen. Dalam hal ini, tidak ada pembahasan terkait cara-cara untuk menarik kebijakan moneter lebih lanjut.
 
Sementara itu, lanjut Nakaso, tingkat inflasi diperkirakan akan melanjutkan kenaikan secara bertahap. Adapun ketidakpastian tetap berada pada posisi apakah kenaikan harga akan meningkatkan ekspektasi terhadap pergerakan inflasi.

"Berdasarkan penilaian, kami akan memutuskan apakah diperlukan sebuah penyesuaian mengenai kerangka kebijakan sekarang ini. Dan, apabila memerlukan penyesuaian, maka cara apa yang tepat untuk penyesuaian ini," kata Nakaso, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/9/2016),
 
Di bawah kerangka kebijakan sekarang ini yang menggabungkan antara suku bunga negatif dengan pembelian besar dan kuat terhadap obligasi pemerintah dan beberapa aset berisiko membuat BoJ telah menyerap sepertiga pasar obligasi Jepang, dan mendapat kritik dari bank untuk menekan marjin keuntungan yang sudah tipis.
 
Nakaso mengakui keputusan BoJ pada Januari untuk mengadopsi suku bunga negatif telah menganggu fungsi intermediasi atas industri keuangan dan memberi tekanan terhadap keuntungan dari lembaga keuangan yang ada, jika memang dipelihara dalam kurun waktu yang lama.
 
"BoJ akan mengejar program pembelian aset besar-besaran dan suku bunga negatif untuk mencari keseimbangan yang tepat antara efek kebijakan yang kuat dan kemungkinan menurunkan nilai intermediasi di sektor keuangan," pungkas Nakaso.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan