medcom.id, New York: Pemimpin keuangan dunia mengecam reaksi pertumbuhan populis yang berkembang terhadap globalisasi dan berjanji untuk mengambil langkah-langkah guna memastikan perdagangan dan integrasi ekonomi bermanfaat bagi orang banyak, utamanya bagi mereka yang tertinggal.
Komentar mereka pada pertemuan IMF dan Bank Dunia mengisyaratkan level frustasi terhadap tingkat pertumbuhan suku bunga yang rendah dan kemarahan publik atas perdagangan bebas dan pilar lain dari sistem ekonomi dunia. Kondisi semacam ini tentu perlu diwaspadai oleh semua pihak.
Pertemuan pertama sejak Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa pada Juni, hingga miliarder Donald Trump mendapatkan jaminan untuk menjadi kandidat Presiden dari Partai Republik telah memberikan serangan terhadap transaksi perdagangan.
"Banyak dan semakin banyak orang tidak percaya kepada elite mereka. Mereka tidak percaya kepada pemimpin ekonomi mereka, dan mereka tidak percaya kepada para pemimpin politik mereka," kata Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble selama diskusi panel IMF di Washington, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/10/2016).
Schaeuble mengaku Jerman sedang berusaha untuk 'mempertahankan Eropa' dalam menghadapi meningkatnya nasionalisme, dan kegagalan untuk melakukannya akan menjadi pertanda buruk bagi kerja sama ekonomi global.
Pekan lalu, Organisasi Perdagangan Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan volume perdagangan global terhadap laju paling lambat sejak 2007, menyatakan harapannya untuk kondisi itu mengalami kenaikan 1,7 persen di tahun ini, atau turun dari prediksi awal di angka 2,8 persen.
Sementara Menteri Keuangan Amerika Latin menyatakan keprihatinan tentang pertumbuhan sentimen proteksionis di negara maju yang mengancam tenggelamnya perjanjian perdagangan di 12 negara Trans Pacific Partnership, yang meliputi Meksiko, Chili, dan Peru.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan