Para ekonom yang disurvei pada 14-20 September menunjukkan sebagian besar terbagi mengenai apa langkah BoJ selanjutnya terkait memangkas suku bunga negatif lebih dalam atau justru meningkatkan suku bunga atau mengkalibrasi ulang program pembelian aset, atau bahkan melakukan keduanya.
Tindakan BoJ pada pertemuan di Juli lalu telah menjatuhkan ekspektasi pasar dalam jangka pendek, meski langkah itu dilakukan dengan mengumumkan review atas situasi dan kondisi ekonomi yang merupakan efek dari program stimulus yang dilakukan.
Sebanyak 20 dari 31 ekonom dalam jajak pendapat menyatakan bahwa BoJ akan mengumumkan pelonggaran lebih lanjut pada Rabu. Sementara enam di antaranya menyatakan langkah berikutnya akan diumumkan pada ulasan di 31 Oktober dan 1 November. Sedangkan sebanyak empat ekonom melihat BoJ membutuhkan beberapa waktu sampai 2017.
"Harapan untuk mengalahkan tingkat deflasi lebih lanjut baru saja telah surut dengan indeks harga konsumen BoJ mengalami perlambatan. Selain itu, ada tekanan pada yen," kata Ekonom Senior Shinkin Central bank Takumi Tsunoda, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/9/2016).
Namun demikian, beberapa ekonom dalam jajak pendapat menyatakan ada perubahan atas program stimulus BoJ seperti membeli lebih banyak obligasi pemerintah, menyesuaikan jatuh tempo obligasi yang memenuhi syarat untuk pembelian, meningkatkan pengeluaran di atas kertas komersial, dan utang perusahaan serta pertukaran perdagangan.
"Namun, ada kemungkinan bahwa BoJ akan menurunkan suku bunga negatif lebih lanjut dan menggeser pembelian obligasi dalam jangka pendek dan obligasi dalam jangka menengah," ujar Tsunoda. Sejauh ini, tindakan BoJ telah menaikkan sedikit ekspektasi inflasi rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News