Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Saham Teknologi Seret Wall Street ke Zona Merah

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 11 September 2019 07:05
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan tiga indeks utama mencatat sedikit perubahan. Hal itu karena pasar saham ditarik kembali oleh sektor saham teknologi yang mundur secara keseluruhan, yang dipimpin oleh kerugian saham dari perusahaan besar.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 11 September 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 73,92 poin atau 0,28 persen menjadi 26.909,43. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 0,96 poin atau 0,03 persen menjadi 2.979,39. Indeks Komposit Nasdaq turun 3,28 poin atau 0,04 persen menjadi 8.084,16.
 
Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow Jones meraih keuntungan di sekitar penutupan pasar, dengan saham Apple naik sebanyak 1,18 persen, menghapus kerugian pada pagi harinya. Ada harapan agar kondisi ini bisa terus bertahan dan terjadi di masa-masa mendatang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar bel penutupan, dengan sektor energi naik hampir 1,3 persen, memimpin kenaikan. Namun sektor teknologi informasi turun hampir 0,5 persen, di antara saham yang berkinerja terburuk.
 
Sebagian besar saham FAANG yang diamati dengan cermat, atau lima saham teknologi paling populer dan berkinerja terbaik di pasar, yaitu Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google Alphabet, mencatat kerugian selama sesi pagi, dengan saham Netflix turun 2,16 persen.
 
Saham Ctrip.com International turun 2,68 persen, setelah raksasa jasa perjalanan Tiongkok melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan untuk kuartal kedua. Namun, pendapatan kuartalannya sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar.
 
Di bidang ekonomi, jumlah lowongan kerja sedikit berubah pada 7,2 juta pada hari kerja terakhir Juli, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Tingkat lowongan pekerjaan adalah 4,5 persen.
 
Sementara itu, mantan Menteri Perdagangan Amerika Serikat Carlos Gutierrez menilai adanya petunjuk mengenai putaran berikutnya perundingan perdagangan antara AS dan Tiongkok dapat menghasilkan beberapa terobosan memunculkan sedikit optimisme. Tentu ada harapan agar perang dagang yang sedang terjadi bisa segera terhenti.
 
Adapun tensi dagang kembali meningkat di September ini lantaran kedua negara saling mengenakan tarif tambahan pada barang impor masing-masing. Kondisi itu yang membuat banyak analis dan ekonom menurunkan harapan mereka bahwa AS dan Tiongkok dapat mencapai kesepakatan perdagangan dalam beberapa bulan mendatang.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif