Alibaba Siap Berinvestasi Rp200 Triliun Lebih untuk Logistik Pintar

Angga Bratadharma 02 Juni 2018 12:04 WIB
alibaba
Alibaba Siap Berinvestasi Rp200 Triliun Lebih untuk Logistik Pintar
Executive Chairman Alibaba Group Jack Ma (FOTO: AFP)
Jakarta: Alibaba Group berencana berinvestasi lebih dari Rp200 triliun untuk membangun kekuatan teknis jaringan logistik pintar. Langkah ini berujuan untuk meningkatkan jangkauan dan efisiensi logistik, serta menurunkan biaya logistik secara signifikan.

Executive Chairman Alibaba Group Jack Ma mengatakan tujuan utama jaringan logistik tersebut adalah untuk mendorong pengiriman dalam waktu 24 jam di seluruh Tiongkok dan menekan biaya logistik hingga kurang dari lima persen dari sekitar 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok saat ini.

"Hal ini diharapkan dapat meningkatkan margin untuk industri manufaktur dan sektor logistik. Jaringan logistik ini juga bertujuan untuk mendorong pengiriman ke seluruh dunia dalam waktu 72 jam," kata Jack Ma, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, yang diterima di Jakarta, Sabtu, 2 Juni 2018.

Selama lebih dari lima tahun sejak didirikan, Cainiao Network yang merupakan afiliasi logistik Alibaba Group, telah menyaksikan perkembangan industri logistik yang semakin cerdas, sebagai hasil dari usaha bersama Cainiao dengan mitra-mitranya.



Melalui inovasi teknologi dan kolaborasi terbuka, Cainiao telah mengurangi waktu pengiriman lintas batas dari rata-rata 70 hari sampai kurang dari 10 hari untuk beberapa negara. Saat ini, ada satu juta paket B2C (Business to Customer) yang melalui bea cukai setiap harinya.

"Di dalam negara Tiongkok sendiri, pengiriman di hari yang sama dan pengiriman di hari selanjutnya mencakup 1.500 kabupaten dan distrik," ungkap Jack ma.

Ia menambahkan jaringan logistik ini tidak hanya untuk Tiongkok, tapi untuk seluruh dunia. Pihaknya akan berkerja sama dengan mitra-mitra untuk mewujudkan rencana ini dan memberikan manfaat untuk semua orang. Hal itu karena industri ini semakin didukung dengan teknologi dan Cainiao bertujuan untuk menjadi otak dari industri logistik.

"Sejak hari pertama kelahirannya, misi Cainiao bukan untuk mengirimkan barang, tapi untuk membantu perusahaan pengiriman guna mengirimkan produk dengan membangun jaringan yang menghubungkan semua elemen logistik dan menghubungkan setiap pengantar barang, setiap gudang, setiap pusat logistik, dan setiap rumah," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id