Ilustrasi properti di Singapura. Foto: AFP.
Ilustrasi properti di Singapura. Foto: AFP.

Singapura Optimistis Tidak Terjebak dalam Krisis Ekonomi

Ekonomi ekonomi singapura
Nia Deviyana • 29 Oktober 2019 18:25
Jakarta: Singapura dipastikan tidak memasuki masa resesi dan tetap percaya diri menghadapi ketidakpastian perekonomian global.
 
Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chang Chun Sing mengatakan Negeri Singa mampu menghindari resesi teknis setelah tumbuh sebesar 0,6 persen pada kuartal III-2019.
 
"Secara tahunan atau year on year (yoy) ekonomi Singapura tumbuh 0,1 persen pada kuartal ketiga, di bawah ekspektasi analis," ujar Chan seperti dilansir dari CNBC International, Selasa, 29 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ditanya apakah Singapura dapat menghindari resesi, Chan mengatakan pada titik ini pihaknya tidak berpikir sedang melihat resesi.
 
"Tapi tentu saja kita sadar akan kekuatan yang lebih besar yang bergerak di dunia. Tetapi pada saat yang sama, kami diam-diam percaya diri," imbuh dia.
 
Perdagangan di negara Asia Tenggara memiliki kontribusi tertinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di dunia. Hal ini membuat ekonomi negara-negara tersebut sangat sensitif terhadap arus perdagangan global dan siklus bisnis.
 
Chan mengatakan tantangan terbesar dalam 10 hingga 15 tahun ke depan adalah apakah dunia bergerak "ke arah yang lebih terintegrasi" atau justru "perdagangan global dan sistem produksi bergerak ke arah yang lebih terfragmentasi."
 
Dia menuturkan perang dagang antara AS dan Tiongkok yang berlangsung lebih dari setahun di satu sisi mampu meningkatkan rantai pasok, tetapi juga menekan aktivitas manufaktur di beberapa negara. Di Singapura, industri penghasil barang dan jasa terpengaruh kondisi ini.
 
Chan menegaskan Singapura dapat bermain dengan kekuatannya di tengah semua gangguan, dengan didukung stabilitas ekonomi jangka panjang, perlindungan kekayaan intelektual, dan lingkungan yang pro-bisnis.
 
"Saya pikir itu adalah faktor yang kami tawarkan kepada investor untuk investasi jangka panjang mereka," pungkas Chan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif