Hal itu dikatakan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel usai pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM) – European Union Trade Commissioner Consultations ke-13 di Kuala Lumpur, Malaysia. Menurut dia, kerjasama ini untuk meningkatkan perdagangan dan investasi diantara negara-negara yang tergabung ASEAN maupun UE.
"Para Menteri ASEAN dan UE Trade Commissioner berdiskusi mengenai perkembangan perdagangan dan investasi UE-ASEAN dan semua pihak menyatakan dukungan dan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama di kedua wilayah termasuk kemungkinan dimulainya kerja sama ASEAN-EU Free Trade Agreement," tegas Rachmat, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/4/2015) malam.
Ia menjelaskan, sebelum melakukan pertemuan AEM-UE Trade Commissioner Consultation dimulai, ia mengadakan pertemuan bilateral dengan EU Trade Commissioner H.E. Cecilia Malmström. Pertemuan ini membicarakan rencana pengaktifan kembali pembahasan Indonesia-EU CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang telah dimulai sekitar dua tahun yang lalu. Kedua belah pihak sepakat menindaklanjuti pembahasan melalui pejabat senior masing-masing.
"UE merupakan mitra dagang penting bagi Indonesia, namun potensinya belum dioptimalkan oleh kedua belah pihak, baik di bidang perdagangan maupun investasi," ujar Rachmat.
Jika hal itu dapat diwujudkan, imbuh dia, maka perdagangan ASEAN dan UE bakal meningkat. Selain di bidang perdagangan, rachmat berharap agar dalam kerja sama CEPA nantinya, komponen transfer teknologi dalam investasi industri di Indonesia menjadi salah satu fokus kerja sama.
Dalam pertemuan ini, EU menegaskan dukungannya terhadap rencana implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community 2015/AEC 2015). "Realisasi MEA merupakan modal penting dalam mengembangkan kerja sama ASEAN-EU FTA," ujar Rachmat.
Guna mendukung MEA tersebut, UE akan meningkatkan bantuannya dari EUR70 juta menjadi EUR170 dalam tujuh tahun ke depan, serta tambahan EUR86 juta untuk pengembangan konektivitas ASEAN serta Integrasi Ekonomi dan Perdagangan yang berkesinambungan.
Seperti diketahui, perdagangan antara ASEAN dan EU meningkat dari USD242,6 miliar pada 2012 menjadi USD246,2 miliar pada 2013. Sementara itu, pada tahun 2014 total perdagangan mencapai USD248,2 miliar atau meningkat sekitar 0,8 persen dari tahun sebelumnya. Perdagangan dengan UE tersebut menyumbang sebanyak 9,8 persen dari total perdagangan ASEAN dan menempatkan UE sebagai mitra perdagangan nomor dua di ASEAN.
Uni Eropa juga merupakan sumber investasi terbesar sebesar USD29,1 miliar pada tahun 2014 atau 21,3 persen dari total Foreign Direct Investment (FDI) yang masuk ke ASEAN, meningkat sebesar 30,5 persen dari tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News