"Kami telah menempatkan prioritas utama pada ekonomi selama tiga tahun. Kami masih setengah jalan tapi kami telah menciptakan situasi yang tidak lagi dilihat sebagai deflasi," kata Abe dalam konferensi pers, seperti dilansir dari Reuters, Senin (4/1/2016).
Namun demikian, saat ditanya apakah pernyataannya tersebut diambil sebagai penghakiman tergesa-gesa pada deflasi, Abe mengakui jika Jepang masih belum sepenuhnya menaklukkan deflasi.
Sebelumnya, ekonomi Jepang sempat kembali tergelincir ke jurang resesi antara Juli dan September dalam lima tahun terakhir. Krisis ini menyoroti bagaimana kebijakan pemerintah Abenomics telah berjuang untuk menyeret ekonomi Negeri Sakura itu keluar dari stagnasi yang kronis.
Data resmi menunjukkan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu menyusut menjadi 0,8 persen secara tahunan pada Juli-September setelah terkontraksi sebesar 0,7 persen pada kuartal sebelumnya. Angka tersebut menempatkan Jepang ke dalam resesi selama dua kuartal berturut-turut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News