Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN
Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN

Indeks Acuan Saham Inggris Turun 0,19%

Ekonomi bursa saham brexit ekonomi inggris
Antara • 14 November 2019 09:45
London: Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 0,19 persen atau 14,23 poin menjadi 7.351,21 poin.
 
Mengutip Antara, Kamis, 14 November 2019, ITV, sebuah perusahaan media Inggris, menjadi pemain terburuk di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya kehilangan 3,58 persen. Diikuti oleh saham perusahaan properti komersia British Land yang merosot sebesar 3,30 persen, serta perusahaan jasa keuangan Hargreaves Lansdown turun sebesar 3,27 persen.
 
Sementara itu, Coca-Cola HBC, jangkar botol Coca-Cola, melonjak 6,10 persen,menjadi pencetak keuntungan tertinggi dari saham-saham unggulan. Disusul saham perushaan peritel dan grosir daring khusus terbesar di dunia Ocado Group, serta perusahaan pertambangan logam mulia berbasis di Meksiko, yang masing-masing terangkat sebesar 5,49 persen dan 4,76 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mencerna kesaksian terbaru Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Di sisi lain, perang dagang yang terus berlangsung turut memberikan beban tersendiri terhadap pergerakan pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 92,10 poin atau 0,33 persen menjadi 27.783,59. Sementara S&P 500 naik sebanyak 2,20 poin atau 0,07 persen menjadi 3.094,04. Indeks Komposit Nasdaq turun 3,99 poin, atau 0,05 persen, menjadi 8,482.10.
 
"Saat ini sikap kebijakan moneter AS kemungkinan tetap tepat selama ekonomi AS tetap pada jalurnya," ungkap Powell, di dengar pendapat yang diadakan oleh Komite Ekonomi Gabungan Kongres.
 
Meski secara keseluruhan ekonomi AS berada pada posisi yang menguntungkan, namun Powell menunjukkan beberapa risiko penting terhadap prospek ekonomi, termasuk pertumbuhan yang lamban di luar negeri, perkembangan perdagangan, dan tekanan inflasi yang diredam. Fed telah memangkas suku bunga acuan tiga kali tahun ini menjadi kisaran 1,5-1,75 persen.
 
Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, indeks harga konsumen AS naik lebih dari yang diharapkan pada Oktober. Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan naik 0,4 persen berdasarkan penyesuaian musiman setelah tidak berubah pada September.
 
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Selasa, 12 November mengatakan kesepakatan perdagangan sudah dekat tetapi tidak memberikan rincian kapan atau di mana suatu perjanjian akan ditandatangani, mengecewakan para investor dalam apa yang disebut sebagai pidato utama tentang kebijakan ekonomi pemerintahannya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif