Ilustrasi. AFP PHOTO/Andrew CABALLERO-REYNOLDS
Ilustrasi. AFP PHOTO/Andrew CABALLERO-REYNOLDS

Kata IMF tentang Perang Dagang AS-Tiongkok

Ekonomi imf ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 21 Oktober 2019 14:06
New York: Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok akan memangkas pertumbuhan global 2019 ke laju paling lambat sejak krisis keuangan 2008-2009. Bahkan prospek pertumbuhan dapat menjadi jauh lebih gelap jika ketegangan perdagangan tetap tidak terselesaikan.
 
Mengutip CNBC, Senin, 21 Oktober 2019, dalam proyeksi Outlook Ekonomi Dunia terbarunya, IMF memperkirakan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di 2019 hanya sebesar 3,0 persen atau turun dari 3,2 persen dalam perkiraan Juli. Pemangkasan terjadi sebagian besar karena meningkatnya dampak dari gesekan perdagangan global.
 
Perkiraan tersebut menjadi latar belakang yang suram yang menghiasi pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia minggu ini di Washington, dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mewarisi sejumlah masalah. Masalah itu mulai dari stagnasi perdagangan hingga reaksi politik di beberapa negara pasar berkembang.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan Outlook Ekonomi Dunia IMF menjabarkan secara rinci kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh tarif AS-Tiongkok, termasuk biaya langsung, gejolak pasar, pengurangan investasi dan produktivitas yang lebih rendah karena gangguan rantai pasokan.
 
IMF menambahkan, pada 2020, tarif yang diumumkan akan mengurangi produksi ekonomi global sebesar 0,8 persen. Sedangkan Georgieva mengatakan pada pekan lalu bahwa kondisi tersebut mengartikan adanya kerugian USD700 miliar, atau setara dengan membuat ekonomi Swiss menghilang.
 
Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath dalam sebuah pernyataan menambahkan pelemahan pertumbuhan ekonomi didorong oleh penurunan tajam dalam aktivitas manufaktur dan perdagangan global dengan tarif yang lebih tinggi. Selain itu, akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan yang berkepanjangan merusak investasi dan permintaan barang modal.
 
"Layanan masih kuat di sebagian besar dunia, tetapi ada beberapa tanda pelunakan dalam layanan di Amerika Serikat dan Eropa," kata Gopinath.
 
Untuk 2020, IMF mengatakan, pertumbuhan global akan meningkat menjadi 3,4 persen karena ekspektasi kinerja yang lebih baik di Brasil, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, dan Turki. Tetapi perkiraan ini sepersepuluh poin lebih rendah daripada Juli lalu dan rentan terhadap risiko penurunan, termasuk akibat ketegangan perdagangan dan gangguan terkait Brexit.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif