Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Konsumen AS Masih Bertahan di Tengah Perang Dagang

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Medcom • 05 Oktober 2019 18:03
New York: Chairman dan CEO UPS David Abney mengatakan konsumen Amerika Serikat (AS) masih bertahan meski ada tanda-tanda peringatan di bidang ekonomi dan dampak buruk dari perang dagang antara AS dan Tiongkok. Terlepas dari itu tetap ada harapan agar sejumlah persoalan ekonomi bisa segera ditekan demi kepentingan bersama.
 
"Ini masih didorong oleh konsumen, dan kami melihat bahwa itu masih bertahan. Ini mungkin tidak sekuat peningkatan tahun lalu, tetapi kami masih merasa (konsumen AS) cukup baik dari apa yang kami lihat," kata Abney, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 5 Oktober 2019.
 
"Tentu saja kami ingin melihat produksi industri dan manufaktur meningkat, tetapi konsumen tetap bertahan sekarang," tambahnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, ekonom yang disurvei University of Michigan menyatakan, konsumen melihat adanya peningkatan ketidakpastian ekonomi. Adapun pembacaan terakhir pada sentimen konsumen di September menunjukkan peningkatan kecil, dengan kebijakan perdagangan menjadi faktor negatif yang membebani pertumbuhan.
 
Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS mengalami kontraksi pada September. Indeks Pembelian Manajer (PMI) manufaktur AS tercatat 47,8 persen pada September, yang terendah sejak Juni 2009 atau turun 1,3 poin dari angka Agustus di 49,1 persen, menurut Laporan Bisnis tentang Manufaktur ISM.
 
Angka di bawah 50 persen menunjukkan sektor manufaktur umumnya mengalami kontraksi. Sementara para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan indeks akan mencapai 50,2 persen. Ada harapan agar angka tersebut bisa terus membaik di masa-masa yang akan datang.
 
Penurunan manufaktur dipandang sebagai tanda terbaru bahwa perang dagang yang digelorakan Presiden AS Donald Trump dengan Tiongkok telah menyeret ekonomi AS. Bahkan, perselisihan dagang dianggap sebagai faktor dalam perlambatan ekonomi global yang lebih luas. Karenanya ada harapan agar sengketa dagang bisa segera dihentikan.
 
Sementara itu, Delegasi Tiongkok kembali siap bertemu dengan Amerika Serikat untuk membahas perang tarif yang akan diterapkan satu sama lain. Pertemuan putaran ke-13 di Washington DC ini merupakan konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi yang dilakukan seminggu setelah liburan Hari Nasional Tiongkok, tutur seorang pejabat Tiongkok.
 
Delegasi dari Tiongkok yang akan hadir yakni Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, Anggota Biro Politik Partai Komunis Komite Sentral Tiongkok, dan ketua pihak Tiongkok-AS. Mereka akan memimpin delegasi Tiongkok untuk mengunjungi Washington DC di putaran ke-13 pembahasan Tiongkok-AS.
 
Tiongkok-AS sebelumnya mengadakan perundingan perdagangan tingkat menteri di Washington dan melakukan diskusi konstruktif tentang masalah ekonomi dan perdagangan yang menjadi perhatian bersama. Demikian dikatakan Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen, yang juga wakil dari Perwakilan Perdagangan Internasional Tiongkok saat konferensi pers.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif