AFP melansir, Selasa (8/9/2015), data terbaru yang direvisi, serta diterbitkan oleh Kantor Kabinet, sedikit lebih baik daripada kontraksi 0,4 persen yang diumumkan terdahulu untuk kuartal tersebut, dan mengalahkan perkiraan pasar untuk kontraksi 0,5 persen.
Kontraksi dalam konsumsi swasta atau masyarakat direvisi menjadi 0,7 persen dari estimasi sebelumnya yang melemah 0,8 persen, membantu meringankan perkiraan penyusutan ekonomi secara keseluruhan, data menunjukkan.
Tetapi pemeriksaan lebih dekat pada data itu juga mengungkapkan kekhawatiran, kata para analis. "Rinciannya hampir tidak meyakinkan," kata Marcel Thieliant, ekonom Jepang di Capital Economics.
"Revisi naik sebagian besar disebabkan kontribusi yang lebih besar dari penumpukan stok. Data terakhir pada ekspor dan produksi industri menunjukkan bahwa pemulihan cepat kuartal ini tidak mungkin," tuturnya.
Selain itu, Jepang mencatat neraca pembayaran Juli selama 13 bulan berturut-turut surplus yang dibantu oleh defisit perdagangan dan kenaikan pendapatan dari investasi luar negeri.
Surplus transaksi berjalan mencapai 1.809 triliun yen (USD15,14 miliar) dibandingkan perkiraan median ekonom sebesar 1.715 triliun, seperti tertuang dalam jajak pendapat Reuters. (Antara)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News