Krisis Venezuela Bisa Memengaruhi Pasar Minyak Dunia
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Venezuela: Laporan bulanan terbaru Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) menyebut Venezuela kemungkinan akan tetap menjadi faktor risiko terbesar di antara produsen minyak terkemuka untuk beberapa waktu ke depan. Hal ini tentu tidak sejalan dengan upaya sejumlah pihak untuk mengangkat harga minyak dunia.

"Di negara-negara OPEC, faktor risiko terbesar adalah, dan kemungkinan akan tetap ada, yakni Venezuela. Tanpa perubahan kompensasi dari produsen lain, mungkin saja negara Amerika Latin bisa menjadi elemen terakhir yang memberi tip pada pasar secara pasti terhadap defisit," ungkap IEA, dalam laporannya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 17 Maret 2018.

Sementara Venezuela menawarkan cadangan minyak yang terbukti terbesar di dunia. Produksi minyak mentah di negara itu telah terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Negara Amerika Selatan terus mengalami krisis ekonomi yang diendapkan oleh manajemen salah urus selama bertahun-tahun dan diperburuk oleh kemerosotan harga minyak yang berkepanjangan.



Setelah bertahun-tahun mengalami kerugian produksi yang tajam, produksi minyak mentah Venezuela diproyeksikan turun menjadi 1,38 juta barel per hari pada akhir 2018, menurut IEA. Itu akan mewakili tingkat output terendah negara yang bergantung pada minyak dalam waktu sekitar 70 tahun -kecuali pemogokan 2002-2003.

Adapun perang perdagangan akan memiliki konsekuensi kuat untuk permintaan minyak IEA secara terbalik merevisi perkiraan permintaan minyak global menjadi 99,3 juta barel per hari pada 2018. Namun, kelompok tersebut memperingatkan bahwa tanda-tanda proteksionisme baru-baru ini dari AS dapat menghambat perkiraan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump menegaskan mengenai pengenaan tarif impor baja dan aluminium yang memicu kekhawatiran akan perang dagang global. "Perlambatan (dalam perdagangan global) akan memiliki konsekuensi kuat, terutama untuk bahan bakar yang digunakan di sektor maritim dan di industri truk," kata laporan tersebut.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id