Ilustrasi Lotte Mart. FOTO: AFP.
Ilustrasi Lotte Mart. FOTO: AFP.

IK-CEPA Muluskan Investasi Lotte dan Hyundai di Indonesia

Ekonomi hyundai lotte group ASEAN Economic Ministers
Media Indonesia • 10 September 2019 10:19
Bangkok: Tuntasnya perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK CEPA) akan memuluskan keberlanjutan investasi dua konglomerasi usaha Korea Selatan, Hyundai dan Lotte, di Indonesia.
 
Saat ini kedua negara telah sepakat untuk menyelesaikan perundingan IK CEPA pada Oktober 2019.
 
Kesepakatan dicapai setelah Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bertemu Menteri Perdagangan Korsel Yoo Myung-hee di sela-sela ASEAN Economic Ministers' Meeting Ke-51 di Bangkok, Thailand, Senin, 9 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk perundingan IK-CEPA, kami sepakat harus selesai pada 2019. Bahkan kami berupaya secara substansi sudah selesai Oktober," ujar Enggartiasto melalui keterangan resminya.
 
Sebagai informasi, Hyundai berencana membenamkan investasi hingga USD1 miliar untuk memperbesar kapasitas produksi mobilnya di Indonesia. Adapun Lotte akan menggelontorkan dana USD3,5 miliar untuk mengembangkan pabrik petrokimia bersama Chandra Asri.
 
Lebih lanjut, Menteri Enggar mengatakan kedua negara sama-sama sangat menginginkan adanya peningkatan kerja sama ekonomi di masa mendatang.
 
Enggar menyatakan IK CEPA akan menjadi payung perjanjian yang akan memuluskan rencana keberlanjutan investasi dua industri raksasa Korsel, yaitu perusahaan kimia Lotte Group dan perusahaan otomotif Hyundai.
 
Sebaliknya, 'Negeri Ginseng' menginginkan akses pasar yang lebih besar ke Indonesia mengingat mereka tengah terganjal sengketa perdagangan dengan Jepang yang selama ini menjadi salah satu mitra dagang utama.
 
Perundingan IK-CEPA sedianya sudah diinisiasi sejak Oktober 2011. Selama periode 2012-2014, perundingan berlangsung hingga putaran ketujuh, tetapi kemudian terhenti selama lima tahun.
 
Pada 19 Februari 2019, kedua negara sepakat mengaktivasi kembali perundingan IK-CEPA melalui penandatanganan pernyataan bersama menteri perdagangan kedua negara.

Komitmen India

Selain dari Korea Selatan, Indonesia juga mendapatkan komitmen dari India untuk menurunkan bea masuk bagi produk olahan kelapa sawit yang telah disuling (refined, bleached, and deodorized palm oil/RBDPO) asal Indonesia agar setara dengan bea masuk produk serupa dari Malaysia. Dengan begitu, bea masuk RBDPO Indonesia akan setara dengan Malaysia menjadi 45 persen atau turun lima persen dari tarif sebelumnya.
 
India sebelumnya memang memberikan keringanan bea masuk RBDPO kepada Malaysia karena kedua negara itu memiliki perjanjian perdagangan India and Malaysia Implement Comprehensive Economic Cooperation Agreement (IMCECA).
 
"Kami mendapat kesamaan tarif soal RBDPO. Jadi disamakan dengan Malaysia. Dia (Piyush Goyal) menjanjikan itu. Targetnya (terealisasi) tahun ini," ujar Enggartiasto seusai bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian India Piyush Goyaldia.
 
Dalam pertemuan bilateral itu juga disampaikan bahwa Indonesia telah memberikan akses pasar bagi India untuk impor gula mentah.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif