Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)
Ilustrasi (Mark Ralston/AFP)

Tiongkok Tetapkan Posisinya di Negosiasi Dagang dengan AS

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
29 Juni 2019 19:03
Beijing: Kementerian Perdagangan Tiongkok mempertahankan sikap tegasnya terhadap Amerika Serikat (AS) selama konferensi pers mingguan atau kurang dari beberapa hari jelang pertemuan yang dijadwalkan antara para pemimpin kedua negara di KTT G20. Sejauh ini, AS-Tiongkok masih terlibat perang dagang dan kata sepakat masih terus diupayakan tercapai.
 
"Kami mendesak AS untuk segera membatalkan tekanan dan sanksi terhadap Huawei dan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Dan mendorong perkembangan hubungan dagang antara Tiongkok-AS yang stabil dan sehat," kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 29 Juni 2019.
 
Gao menambahkan Tiongkok tidak berubah dalam posisinya mengenai perang dagang, sebagaimana ditegaskan oleh negosiator utama dan Wakil Perdana Menteri Liu He pada Mei. Dalam hal ini, Tiongkok meminta AS membatalkan semua tarif tambahan, dan tidak secara sewenang-wenang mengubah apa yang sudah disepakati oleh kedua negara.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa yang sudah disepakati oleh kedua negara saat pertemuan G20 di Argentina akhir tahun lalu dan bahwa perjanjian perdagangan harus setara," ungkap Feng.
 
Komentar tersebut dan komentar dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang pada konferensi pers terpisah secara umum menegaskan kembali poin pembicaraan pihak Tiongkok dari beberapa minggu terakhir. Dengan kata lain, Tiongkok tidak ingin patuh jika AS masih memberikan tekanan dan menguntungkan AS semata.
 
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan akan bertemu Sabtu pagi waktu Jepang di Osaka selama KTT G20. Jelang pertemuan, Pemerintahan Trump telah mengirim beberapa pesan. Trump ingin bertemu dengan Xi, dan minggu lalu Xi Jinping mengatakan dalam panggilan telepon bahwa dia bersedia menerima permintaan itu.
 
Namun, beberapa hari kemudian, Departemen Perdagangan AS menambahkan lima perusahaan Tiongkok ke daftar yang sama dengan Huawei yang secara efektif memotong mereka dari pemasok AS. Selanjutnya, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan AS-Tiongkok telah dekat dengan kesepakatan perdagangan.
 
Kedua delegasi telah melakukan kontak sejak kedua Presiden berkomunikasi. Liu mengadakan panggilan telepon dengan Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer untuk membahas masalah ekonomi dan perdagangan, menurut kantor berita Xinhua.
 
Sebelum pertemuan puncak, South China Morning Post, mengutip sumber, melaporkan bahwa kedua belah pihak sedang mempersiapkan siaran pers terkait perjanjian yang diharapkan yang mencakup AS menunda kenaikan tarif yang direncanakan pada barang-barang Tiongkok senilai USD300 miliar.
 
"Saya ingin menekankan bahwa perang dagang tidak memiliki pemenang. Mereka yang akhirnya terluka adalah perusahaan dan konsumen AS," pungkas Gao.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif