Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Inggris-Swiss Teken Kesepakatan Dagang Usai Brexit

Ekonomi brexit ekonomi inggris
11 Februari 2019 14:41
London: Departemen Perdagangan Inggris menyatakan Inggris dan Swiss akan menandatangani kesepakatan untuk melanjutkan perdagangan dengan syarat prefensial pasca-Brexit untuk melindungi hubungan perdagangan senilai 32 miliar pounds.
 
Peresmian kesepakatan tersebut, yang sebelumnya telah diumumkan, merupakan satu dari langkah nyata Inggris yang dibuat untuk memastikan bahwa semua kesepakatan dagang yang saat ini mendapat keuntungan dari keanggotaan Uni Eropa akan terus berlanjut hingga Inggris meninggalkan blok tersebut bulan depan.
 
"Ini tidak hanya akan membantu mendukung pekerjaan di seluruh Inggris tetapi juga akan menjadi landasan yang kuat bagi kita untuk membangun hubungan dagang bahkan yang lebih kuat dengan Swiss saat kita meninggalkan Uni Eropa," kata Menteri Perdagangan Internasional Liam Fox dalam satu pernyataan, seperti dikutip dari Antara, Senin, 11 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kesepakatan tersebut mencerminkan strategi mind the gap Swiss untuk memastikan hubungan dagang yang mulus dengan Inggris, terlepas dari apakah London nantinya bisa mandek dan menyetujui perjanjian keluar resmi dengan Brussel pada 29 Maret, tanggal yang dijadwalkan untuk meninggalkan Uni Eropa.
 
Inggris menemui jalan buntu dalam perundingan ulang di menit-menit terakhir kepakatan keluar yang disetujui dengan Uni Eropa tahun lalu tetapi itu sangat ditolak oleh parlemen Inggris pada Januari.
 
Pemerintah pada Januari mengatakan mereka mengharapkan Inggris akan memiliki sebagian besar kesepakatan yang diperlukan untuk menciptakan kembali kesepakatan dagang yang sudah ada antara Uni Eropa dan negara ketiga yang siap hingga akhir Maret.
 
Kesepakatan lanjutan serupa telah diumumkan dengan Israel dan kesepakatan "pengakuan mutual" telah disetujui Australia dan Selandia Baru.
 
Namun Kepala Konfederasi Industri Inggris, Carolyn Fairbairn pada Minggu mengatakan "mimpi buruk yang berlangsung" dari keluarnya Inggris berarti bahwa mitra dagang utama seperti Jepang dan Korea Selatan enggan menandatangani kesepakatan hingga mereka mengetahui bentuk pasti dari hubungan Inggris-Uni Eropa di masa mendatang.
 
"Ini akan menjadi keputusan bahwa urusan tersebut akan menyertai pekerjaaan dan investasi -dan mereka akan mengurangi itu- sehingga Anda memiliki sedikit potensi terhadap perdagangan global, itu artinya akan lebih sedikit investasi di masa mendatang dan itu berarti lebih sedikit pekerjaan di masa depan," kata dia kepada Sky News.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif