Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Qatar Airways Beri Dukungan ke Boeing

Ekonomi boeing qatar terbuka
26 Maret 2019 11:01
Muscat: CEO Qatar Airways Akbar al-Baker menyatakan dukungannya terhadap Boeing. Dukungan tersebut diberikan di tengah pembuat pesawat asal Amerika Serikat itu menghadapi krisis terbesar dalam beberapa tahun setelah dua kecelakaan mematikan pada jet 737 MAX andalannya.
 
Regulator melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX di seluruh dunia setelah kecelakaan Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang di pesawat bulan ini, sehingga menyebabkan saham Boeing jatuh 14 persen.
 
"Sejauh yang saya perhatikan, saya percaya penuh pada Boeing dan kemampuan mereka untuk mengatasi berbagai masalah teknis," kata Akbar al-Baker kepada wartawan di Muscat, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 26 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Qatar Airways merupakan salah satu maskapai penerbangan terbesar di Timur Tengah yang menjadi pelanggan utama Boeing. Perusahaan penerbangan itu telah memesan 20 jet MAX dan berkomitmen untuk membeli 40 pesawat lagi. Qatar Airways telah menerima pengiriman lima pesawat, menurut situs web Boeing.
 
Kendati demikian, menurut al Baker, maskapai itu akan menunda pengiriman satu MAX jet tunggal pada April sampai penyebab kecelakaan itu diketahui. "Saya yakin bahwa pesawat itu akan segera kembali ke langit dan Boeing akan sampai ke dasar apa yang terjadi dan jika ada kesalahan teknis, mereka akan menemukan perbaikan untuk itu," ujarnya.
 
Sejauh itu, perhatian difokuskan pada sistem anti-stall, yang dikenal sebagai MCAS, dan sensor yang mengaktifkannya. MCAS mendorong hidung pesawat ke bawah jika dipercaya pesawat itu naik pada sudut yang terlalu curam.
 
Al Baker menyatakan Qatar Airways akan hadir pada briefing yang diselenggarakan Boeing minggu ini terkait pembaruan software dan pelatihan untuk MAX. Boeing MAX adalah pemutakhiran pesawat terlaris Boeing 737 dan baru mulai beroperasi pada 2017. Boeing telah mencatat pesanan MAX senilai lebih dari USD500 miliar.
 
Al-Baker percaya pelarangan terbang Boeing 737 MAX di seluruh dunia didorong oleh persepsi publik. Penumpang di seluruh dunia mendesak maskapai untuk mengubah penerbangan atau pengembalian uang mereka guna menghindari penerbangan dengan MAX setelah kecelakaan Ethiopian Airlines.
 
"Regulator harus bertindak untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat, bahwa regulator menjaga kepentingan masyarakat," pungkas al-Baker.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif