Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Thomas Peter)
Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda (REUTERS/Thomas Peter)

BoJ Bisa Alihkan Fokus Kebijakan Suku Bunga Acuan

Angga Bratadharma • 20 September 2016 19:08
medcom.id, New York: Bank of Japan (BoJ) bisa membuat tingkat suku bunga negatif dari kebijakan moneter utama pada Rabu besok. Langkah itu dapat meningkatkan kegelisahan pasar untuk menjauh dari pergerakan pelonggaran kuantitatif. Bahkan, hal itu bisa memudarkan kebijakan bank sentral di dunia.
 
Dengan tiga tahun mencetak uang secara besar-besaran dan mendongkrak inflasi, BoJ diperkirakan akan bergerak menjauh dari keterkejutan dan menuju pertempuran berlarut-larut terhadap pencapaian deflasi. Modifikasi kebijakan itu akan menjadi pusat dari penilaian yang komprehensif dari program stimulus yang dilakukan BoJ.
 
Pelonggaran kebijakan secara kuantitatif dan kualitatif telah menjadi kebijakan Gubernur Haruhiko Kuroda sejak 2013. Adapun kebijakan itu dilakukan dengan tujuan keluar dari shock ekonomi dan stagnasi serta mengubah pola pikir deflasi dari rumah tangga.

"BoJ menegaskan bahwa mereka masih memiliki banyak alat yang tersedia. Tapi, biaya untuk menggunakan alat ini meningkat dan manfaatnya berkurang, terutama untuk pembelian aset besar," kata Kepala Ekonom di Totan Research Izuru Kato, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (20/9/2016).
 
Sebuah pendekatan yang kurang agresif akan datang atas pertumbuhan ekonomi dunia dan tingkat inflasi yang rendah di Amerika Serikat (AS) sehingga membuat Federal Reserve atau the Fed diperkirakan akan menunda tingkat suku bunga acuan. Selain itu, bank sentral Eropa akan mengakui batas-batas apa saja kebijakan moneter yang dapat tercapai.
 
BoJ juga tertarik untuk menghilangkan kekhawatiran pasar untuk mencegah kenaikan yen yang tidak diinginkan dari menekan kinerja ekspor Jepang. Sementara gerak USD mungkin melemah terhadap yen jika the Fed mengirimkan pesan dovish pada jalur kenaikan tingkat suku bunga acuan di masa mendatang.
 
"Pendalaman suku bunga negatif memiliki biaya yang sangat besar, tapi praktis dan itu mungkin satu-satunya alat yang dapat digunakan," tegas Kato. Sebuah keyakinan yang berkembang bahwa BoJ akan berhenti meneruskan kebijakan untuk melemahkan mata uang telah membebani USD.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan