Ilustrasi. FOTO: AFP.
Ilustrasi. FOTO: AFP.

Pasar Saham Dunia Diperkirakan Tetap Positif Tahun Depan

Ekonomi wall street pasar saham
Nia Deviyana • 03 Desember 2019 14:15
Washington: 2019 hampir menjadi tahun terbaik bagi investor di semua lini, yang mana hampir setiap penutupan aset berada di zona hijau. Dari saham hingga surat utang pemerintah, obligasi korporasi hingga komoditas, ke mana pun investor menanamkan modalnya mendapatkan untung tahun ini.
 
Indeks S&P 500 naik lebih dari 25 persen dan terus bertambah. Saham treasury yang cenderung turun ketika aset-aset berisiko meningkat, juga naik pada 2019. Minyak, emas, dan obligasi korporasi semuanya mencetak imbal hasil dua digit.
 
Sebelas sektor di indeks utama S&P 500 mengakhiri tahun ini dengan pengembalian positif. Saham perusahaan teknologi adalah pemenang terbesar tahun ini dengan keuntungan 41,5 persen. Layanan komunikasi, industri, keuangan, real estate, sektor konsumen semua melejit lebih dari 20 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fakta tersebut cukup positif mengingat pasar yang dibayang-bayangi banyak risiko tahun ini, bahkan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dari perang dagang AS dengan Tiongkok hingga demonstrasi di Hong Kong.
 
Bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed memiliki peran yang besar dalam menyelamatkan kondisi global dengan memangkas suku bunga sebanyak tiga kali berturut-turut.The Fed juga telah memompa miliaran dana ke dalam sistem keuangan setelah gejolak pertengahan September di pasar pinjaman jangka pendek.
 
"Kami mendapatkan tiga pemotongan suku bunga seperti yang kita tahu dan peningkatan dramatis dalam ukuran neraca mereka dalam waktu yang sangat singkat," kata kepala investasi di Bleakley Advisory Group, Peter Boockvar seperti dilansir dari CNBC International, Selasa, 3 Desember 2019.
 
"Pasar melihat ekspansi neraca Fed dan satu-satunya respons adalah, itu QE. Beli semuanya," kata Peter.
 
Apakah pasar akan bertahan?
 
Apa yang terjadi pada 2019 sangat berbeda dengan 2018 yang mana keberhasilan tidak berpihak pada investor.
 
Pada 2018, hampir setiap kelas aset tunggal memiliki pengembalian negatif atau kinerja yang tidak berubah. Dengan perang perdagangan masih belum terselesaikan dan pemilihan akan segera tiba, Wall Street memperkirakan keuntungan yang jauh lebih rendah tahun depan.
 
Ahli strategi ekuitas Wall Street umumnya lebih berhati-hati tentang 2020, dengan target S&P 500 rata-rata 3.272 menyiratkan kenaikan sedikit di atas lima persen.
 
Kepala strategi pasar di Miller Tabak Asset Management Matius Maley mengatakan salah satu alasan mengapa konsensus meyakini bahwa pasar saham dapat bertahan tahun depan adalah karena keyakinan bahwa suku bunga akan tetap rendah.
 
Sebagian besar ahli strategi percaya pemilihan investasi akan kembali terjadi tahun depan. Morgan Stanley mengatakan bahwa investor harus masuk ke saham yang stabil seperti Coca-Cola.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif