Ilustrasi (Jason Lee/AFP/Getty Images)
Ilustrasi (Jason Lee/AFP/Getty Images)

Gencatan Senjata AS-Tiongkok Diyakini Buat Investor Optimistis

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 06 Juli 2019 13:03
New York: JPMorgan Chase mengungkapkan investor bersorak sejak Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok setuju untuk tidak meningkatkan ketegangan perdagangan. Dinilai kondisi itu membuat optimisme pasar akan berlangsung selama beberapa bulan dan memberi efek positif terhadap gerak pasar saham.
 
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping telah bertemu selama akhir pekan di KTT G-20 di Jepang. Mereka sepakat untuk menunda tarif lebih lanjut terhadap produk satu sama lain. Berita itu mengirim sebagian besar pasar saham di wilayah Asia Pasifik lebih tinggi dengan saham Tiongok daratan memimpin kenaikan.
 
"Saya pikir untuk saat ini, pasar telah mengambil nada yang lebih optimistis dan setidaknya sejak akhir pekan. Dan saya pikir nada optimistis ini akan berlanjut untuk beberapa bulan ke depan," kata Direktur Pelaksana dan Wakil Ketua Perbankan Global dan Asia Pasifik JPMorgan Chase Jing Ulrich, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 6 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan perkembangan selama akhir pekan telah menghilangkan satu ketidakpastian yang dihadapi ekonomi global. Itu akan memungkinkan investor untuk fokus pada faktor-faktor lain yang memengaruhi kinerja saham, seperti pendapatan perusahaan dan reformasi dalam perekonomian Tiongkok.
 
"Sentimen investor juga akan mendapat manfaat dari kesediaan bank sentral yang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan moneter," kata Ulrich.
 
Dia mengatakan pemotongan suku bunga oleh bank sentral utama seperti Federal Reserve AS dan bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) dapat membantu untuk membalikkan beberapa tren ekonomi negatif yang disebabkan setidaknya sebagian oleh perang perdagangan.
 
Namun, Ulrich mencatat, AS dan Tiongkok belum mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan ketegangan mereka. Itu berarti investor masih harus memerhatikan bagaimana negosiasi antara negara-negara maju dalam beberapa bulan mendatang.
 
"Investor harus memilih sektor di mana Anda memiliki pertumbuhan pendapatan. Pada akhirnya, saham didorong oleh pertumbuhan pendapatan. Lingkungan makro itu penting, tetapi fundamental perusahaan lebih penting," tukasnya.
 
Di sisi lain, seorang diplomat senior Tiongkok dalam sebuah artikel yang diterbitkan mengungkapkan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan AS pada akhirnya merusak kepentingan petani, produsen, dan konsumen lokal di Amerika Serikat. Tentu sudah waktunya menghentikan sengketa dagang tersebut.
 
Konsul Jenderal Tiongkok untuk San Francisco Wang Donghua membantah tuduhan beberapa orang bahwa kesepakatan perdagangan dapat dicapai oleh Amerika Serikat dengan cara memberikan tekanan maksimum kepada Tiongkok, termasuk tarif yang diberlakukan terus-menerus.
 
"Faktanya adalah bahwa pangsa pasar AS di Tiongkok tidak meluas tetapi menurun. Karena tarif telah mengundang pembalasan dalam bentuk barang, membuat produk AS seperti pesawat komersial, kedelai, jagung, daging dan makanan laut kurang kompetitif," pungkas Wang.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif