Pertemuan G20 Meredakan Ketegangan Perang Dagang
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: Antara/ Akbar Nugroho Gumay
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan pertemuan G20 di Buenos Aires Argentina pekan lalu, membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi global. Salah satunya adalah kesepakatan penundaan kenaikan tarif perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Ani sapaannya mengungkapkan pertemuan global tersebut memberi ruang bagi kepala negara untuk saling bernegosiasi menghadapi perkembangan global. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pun akhirnya sepakat menunda kenaikan tarif sampai dengan 90 hari ke depan.

"Tidak berarti apa yang sudah dilakukan tarifnya sudah turun. Tapi paling tidak memberikan tiga bulan atau 90 hari bagi kedua belah pihak melihat aspek kesepakatan yang bisa menenangkan dari sisi awal tahun," kata dia ditemui di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin 3 Desember 2018.

Ani menambahkan, pertemuan antara AS dan Tiongkok tentunya memberi angin segar bagi Indonesia. Hal ini terbukti dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 6.105 pada pembukaan perdagangan pagi tadi.

Meski demikian, Sri Mulyani tetap terus mewaspadai perkembangan global ke depannya. Ia bilang risiko perang dagang antarnegara di dunia masih mungkin terjadi sehingga dibutuhkan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal tersebut. 

Dari sisi domestik, pemerintah akan memberikan kepercayaan kepada dunia usaha agar tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Perkembangan global yang cenderung membaik juga diharapkan membuat pelaku ekonomi lebih rasional.

"Kita akan tetap menyampaikan kepada seluruh pelaku ekonomi semua, fiskal prudent. Kurs, suku bunga, harga minyak semua pengaruhi APBN. Jadi fiscal policy tetap prudent, policy-policy sudah komunikasikan untuk jaga stabilitas momentum growth," pungkasnya.





(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id