Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones
Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones

Perang Dagang, Studi Fed: Tiongkok Belum Turunkan Harga

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Medcom • 30 November 2019 17:01
Washington: Studi baru yang dilakukan Federal Reserve Bank New York menunjukkan perusahaan Tiongkok belum menyesuaikan harga guna mengimbangi tarif tambahan Amerika Serikat. Akan tetapi, perusahaan dan konsumen AS justru membayar biaya tambahan.
 
"Dalam istilah tahunan, pendapatan tarif AS kira-kira USD40 miliar lebih tinggi pada kuartal ketiga tahun ini dibandingkan dengan kuartal kedua 2018, sebelum tarif tambahan dikenakan pada impor Tiongkok," ungkap penelitian yang dirilis the Fed, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 30 November 2019.
 
Studi ini menemukan bahwa harga impor untuk barang-barang Tiongkok tampaknya tidak terpengaruh oleh tarif tambahan, yang berarti bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok belum menurunkan harga mereka untuk mengimbangi tarif yang dikenakan oleh Amerika Serikat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Adapun harga barang dari Tiongkok turun hanya dua persen dalam dolar antara Juni 2018 dan September 2019," studi Fed New York menunjukkan. Fed mencatat bahwa penurunan ini hanya sebagian kecil dari jumlah yang diperlukan untuk mengimbangi kenaikan tarif AS.
 
Selain itu, tambah The Fed, harga barang yang dibeli dari Meksiko dan apa yang disebut ekonomi industri baru, seperti Korea Selatan dan Singapura, telah turun dengan jumlah yang kira-kira sama, menunjukkan bahwa penurunan kecil ini adalah hasil dari kondisi pasar umum daripada peningkatan tarif AS.
 
"Berlanjutnya stabilitas harga impor untuk barang-barang dari Tiongkok berarti perusahaan dan konsumen AS harus membayar pajak dari tarif," ungkap studi the Fed.
 
Di sisi lain, Federal Reserve Amerika Serikat menyebut risiko terbesar ekonomi AS secara keseluruhan tetap berkaitan dengan tarif tinggi dan kondisi perdagangan karena memberikan efek negatif terhadap berkurangnya laju investasi. Ada harapan agar perang tarif yang sedang terjadi bisa segera terhenti guna memberi katalis positif bagi perdagangan.
 
"Saat ini, secara keseluruhan, skenario kasus dasar saya adalah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, saya tidak memperkirakan resesi," kata Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari, dalam sebuah acara di Minnesota Chamber of Commerce.
 
"Tapi ada risiko di cakrawala, risiko terbesar berada di sekitar tarif dan perdagangan serta ketidakpastian," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif