Presiden European Central Bank Mario Draghi (FOTO: AFP)
Presiden European Central Bank Mario Draghi (FOTO: AFP)

Ekonom Perkirakan ECB Pertahankan Suku Bunga Rendah

Ekonomi bank central eropa ekonomi eropa uni eropa
Husen Miftahudin • 27 Juli 2019 18:02
Brussels: Presiden bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) Mario Draghi memberikan keyakinan bahwa pihaknya siap melakukan apapun yang diperlukan untuk melawan penurunan ekspektasi inflasi. Semua instrumen ada di atas meja dan dapat digunakan. Itu pesannya. Pertanyaannya sekarang adalah apakah sesuatu akan terjadi pada awal minggu ini?
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 27 Juli 2019, ekspektasi terbagi mengenai apakah ECB ingin mencegah langkah kebijakan dari Federal Reserve AS yang menekan dolar dan memperkuat euro karena ini akan merugikan eksportir zona euro dan membebani inflasi lebih lanjut.
 
Sedangkan ekonom mengharapkan perubahan dalam panduan ke depan bank sentral pada pertemuan bulan ini dan kemudian tindakan potensial pada suku bunga di pertemuan September. Kesemuanya perlu dilakukan guna memberikan stimulus terhadap perekonomian Eropa dan menekan perlambatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Menanggapi pertumbuhan yang lemah dan inflasi yang masih lemah, ECB kemungkinan menyesuaikan panduannya pada Juli dan bersumpah untuk mempertahankan suku bunga pada saat ini atau lebih rendah," kata Ekonom Berenberg Florian Hense, dalam catatan penelitian di awal bulan ini.
 
"Pada September ECB dapat memangkas suku bunga simpanannya dari minus 0,4 persen menjadi minus 0,5 persen dan untuk meluncurkan kembali pembelian aset bersih sekitar 40 miliar euro selama 12 bulan (mulai kuartal keempat 2019)," ucapnya.
 
Ekspektasi inflasi terus rendah dan risiko perang perdagangan merupakan hambatan pada aktivitas ekonomi terutama bagi negara yang perekonomiannya berorientasi ekspor. Sementara itu, Kepala Ekonom ING Jerman Carsten Brzeski mengaku khawatir bahwa sekarang ini ada tanda-tanda bagian domestik yang kuat dari ekonomi zona euro juga goyah.
 
"Secara khusus, data Jerman mengkhawatirkan dengan peningkatan skema kerja jangka pendek, memudarnya momentum di pasar tenaga kerja, dan penurunan penjualan ritel," tuturnya.
 
Sebelumnya, Gubernur bank sentral Prancis atau Bank of France Francois Villeroy de Galhau mengatakan kebijakan moneter tidak dapat mengimbangi ketegangan perdagangan yang sedang terjadi sekarang ini antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok. Adapun para pemimpin politik perlu bertindak untuk mengantisipasi ancaman ekonomi tersebut.
 
Francois Villeroy de Galhau menggarisbawahi bahwa ancaman utama terhadap pertumbuhan global saat ini adalah ketidakpastian. "Dan mari kita perjelas mengenai ketidakpastian yang diciptakan oleh ketegangan perdagangan," kata Villeroy de Galhau, seperti dikuti dari CNBC, Sabtu, 27 Juli 2019.
 
Galhau, yang juga anggota Dewan Pemerintahan di bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) mengatakan, prioritas yang perlu dilakukan sekarang ini adalah mengurangi ketidakpastian tersebut. Dalam konteks ini, semua pejabat di bank sentral perlu melakukan fungsi dan tugas secara maksimal dari sisi bank sentral.
 
"Jadi prioritasnya mengurangi ketidakpastian dan di sini kita akan melakukan tugas kita sebagai bank sentral. Tetapi kebijakan moneter tidak dapat melakukan segalanya. Kebijakan moneter tidak memiliki tongkat sihir dan tidak dapat membuat mukjizat. Itu tergantung pada para pemimpin politik untuk mengurangi ketidakpastian ini," tukasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif