Ilustrasi. FOTO:  JOE KLAMAR/AFP
Ilustrasi. FOTO: JOE KLAMAR/AFP

OPEC Pertimbangkan Pemangkasan Produksi Minyak Lebih Dalam

Ekonomi minyak mentah opec
Angga Bratadharma • 07 Desember 2019 12:02
Wina: Kelompok penghasil minyak global, OPEC, dan sekutu-sekutunya melakukan pertemuan di Wina. Pertemuan itu dengan harapan apakah OPEC dan para sekutunya akan melakukan pemangkasan lebih lanjut untuk produksinya pada pertemuan dua hari atau tidak yang tentunya langkah itu bisa berdampak terhadap pergerakan harga.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 7 Desember 2019, ke-14 anggota OPEC dan sekelompok produsen non-OPEC atau sekutu yang dipimpin Rusia (secara kolektif dikenal sebagai OPEC+) diharapkan mempertahankan penurunan produksi pada level saat ini yakni 1,2 juta barel per hari (bph) hingga Juni 2020. Pasalnya, keputusan itu bisa menjaga stabilitas pergerakan harga.
 
Meski demikian, perjanjian tersebut bakal segera berakhir. Tetapi ada spekulasi bahwa kelompok itu dapat memilih untuk memotong lebih lanjut -jika Rusia setuju. OPEC bertemu pada Kamis waktu setempat dan kelompok itu akan bergabung dengan sekutu non-OPEC pada Jumat waktu setempat -dengan keputusan akhir kemungkinan diambil pada sore itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harga minyak dunia telah reli dalam sesi perdagangan baru-baru ini, didorong oleh intensifnya spekulasi tentang potensi pengurangan produksi yang lebih dalam. Namun, minyak mentah berjangka Brent tetap sekitar 15 persen lebih rendah dibandingkan dengan puncaknya pada April lalu, dengan WTI turun 12 persen dibandingkan periode yang sama.
 
Sebelumnya, mengutip dua sumber yang tidak disebutkan namanya dari OPEC+ mengatakan skenario utama untuk diskusi pada pertemuan Kamis waktu setempat adalah apakah akan memperdalam pemotongan minyak lebih dari 400 ribu barel per hari.
 
Kepala Strategi Komoditas Global RBC Helima Croft mengatakan pengurangan produksi 400 ribu barel per hari adalah pilihan yang sangat realistis. "Saya pikir ini sebenarnya adalah sesuatu yang sangat banyak pilihan. Kami sebenarnya mendengar bahwa ini bukan proposal yang dibuat Irak tetapi itu adalah proposal yang dibuat oleh Pemerintah Saudi," kata Croft.
 
"Jadi, fakta bahwa ini berpotensi datang dari Arab Saudi -penggerak OPEC- saya pikir berarti kita harus memberinya kredibilitas yang jauh lebih tinggi daripada jika itu berasal dari negara yang sangat tertantang kepatuhan seperti Irak," tambahnya.
 
Dalam sebuah laporan terpisah menyatakan bahwa Riyadh ingin memberikan kejutan positif ke pasar sebelum Saudi Aramco melakukan aksi pelepasan saham perdana. Ini juga mengindikasikan OPEC+ akan berusaha memperdalam pemotongan setidaknya 400 ribu barel per hari untuk kesepakatan saat ini.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif