Reuters melansir, Kamis, 4 Februari, Toshiba mengatakan mereka ditaksir mengalami kerugian di tengah meningkatnya biaya restrukturisasi setelah terjadinya skandal akuntansi sebesar USD1,3 miliar atau setara Rp17,76 triliun (kurs Rp13.665 per USD).
Pihak Toshiba memperkirakan adanya kerugian bersih sebesar 710 miliar yen (USD6,02 miliar) atau setara Rp82,26 triliun dibandingkan dengan kerugian sebelumnya sebesar 550 miliar yen.
Saat ini, Toshiba sedang mencoba untuk memulihkan diri dari skandal pembukuan terhadap keuntungan yang diraih pada 2009.
Pada Desember 2015, Toshiba mengatakan akan memangkas 6.800 pekerjaan di bidang consumer electronics sehingga total pemangkasan karyawan di seluruh dunia mencapai 10.000 pekerja, termasuk rencana yang sudah diumumkan sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News