Ilustrasi. Jason Lee/AFP/Getty Images
Ilustrasi. Jason Lee/AFP/Getty Images

Tiongkok Dinilai Pemenang Perang Dagang dengan AS

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 14 September 2019 14:03
Beijing: Presiden Strategi Independen dan Ahli Strategi Global David Roche menilai Tiongkok akan memenangkan perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Bahkan, Tiongkok diyakini bisa melepaskan diri dari ketergantungannya pada teknologi negeri Paman Sam itu.
 
"Tiongkok tidak akan pernah lagi mempercayai Amerika Serikat, dan akan mencapai kemerdekaan teknologinya dalam tujuh tahun," ungkap David Roche, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 14 September 2019.
 
Tiongkok sudah lama bergantung pada pemasok AS untuk komponen teknologi utama seperti cip, perangkat lunak, modem, dan mesin jet. Tetapi perkembangan baru-baru ini dalam perang perdagangan yang berlarut-larut di antara kedua negara telah memengaruhi kondisi tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Mei, raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, ditempatkan pada daftar hitam AS, membatasi perusahaan dari pembelian cip dan perangkat lunak buatan AS kecuali mereka mendapat izin untuk melakukannya. Kondisi ini bukan tidak mungkin membuat hubungan dagang kian tidak menentu.
 
Bahkan, perusahaan besar seperti Google dan Alphabet menghentikan semua aktivitas bisnis dengan Huawei, sebuah langkah yang berarti ponsel Huawei di masa depan tidak akan lagi diinstal dengan sistem operasi Google Android.
 
Di tengah ketegangan itu, Tiongkok dilaporkan mensurvei perusahaan-perusahaan teknologinya untuk mengukur eksposur mereka kepada pemasok Amerika, dan juga meningkatkan pengembangan di industri teknologinya sendiri.
 
Misalnya, Tiongkok sedang mengembangkan industri cip sendiri. Di bawah inisiatif Made in Tiongkok 2025 yang dipimpin pemerintah, negara ini bertujuan untuk menghasilkan 40 persen dari semikonduktornya pada 2020, dan 70 persen pada 2025.
 
Saat ini, hanya 16 persen dari semikonduktor yang digunakan di Tiongkok diproduksi di dalam negeri, menurut laporan Februari dari Pusat Studi Strategis dan Internasional. Hanya setengah dari yang dibuat oleh perusahaan Tiongkok. Roche meramalkan bahwa akhir perang dagang tidak terlihat, meskipun pembicaraan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada Oktober.
 
"Itu karena perang dagang AS-Tiongkok bukan hanya soal perdagangan. Ini adalah konflik antara kekuatan global yang meningkat dan kekuatan global yang menurun. Ini bukan hanya tentang perdagangan. Ini tentang teknologi, ini tentang aliran ide yang bebas. Jadi ini konflik yang sangat luas, dan itu tidak akan hilang," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif