Ilustrasi (Jason Lee/AFP/Getty Images)
Ilustrasi (Jason Lee/AFP/Getty Images)

Cara Bank Sentral Tiongkok Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 24 Agustus 2019 16:05
Beijing: Bank sentral Tiongkok memiliki cara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah perlambatan yang sedang terjadi. Salah satu yang dilakukan adalah mengubah suku bunga untuk pinjaman komersial. Langkah tersebut diharapkan membuat biaya pinjaman lebih rendah di saat ekonomi Tiongkok membutuhkan dorongan.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 24 Agustus 2019, pertumbuhan ekonomi di Tiongkok melambat karena perang dagangnya dengan Amerika Serikat (AS). Bahkan, diyakini bisa kembali meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Sedangkan otoritas Tiongkok telah menggunakan langkah-langkah dari sisi moneter dan fiskal guna mengangkat aktivitas ekonomi.
 
"Ini adalah langkah yang disambut baik dalam menurunkan biaya pinjaman terutama untuk bisnis kecil, dan itu datang pada saat yang penting karena pertumbuhan PDB Tiongkok berisiko turun di bawah enam persen pada 2020 karena tarif AS untuk barang-barang Tiongkok berulang kali meningkat," kata Analis United Overseas Bank Singapura.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan pertumbuhan Tiongkok mencapai 6,2 persen pada 2019 dan 6,0 persen pada 2020. Tetapi perkiraan itu dibuat sebelum eskalasi terbaru dalam gesekan dagang antara AS-Tiongkok, yang diperkirakan menyebabkan lebih banyak tarif yang dikenakan untuk barang-barang Tiongkok pada September dan Desember.
 
Berbeda dengan Federal Reserve AS, bank sentral Tiongkok, People's Bank of China (PBoC), tidak memiliki alat kebijakan moneter utama. Sebaliknya, PBoC menggunakan berbagai metode untuk mengendalikan jumlah uang beredar dan suku bunga acuan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
 
Salah satu alat itu adalah suku bunga dasar kredit -atau suku bunga yang dibebankan bank kepada nasabah mereka yang paling layak mendapatkan kucuran kredit. Beijing mengumumkan bahwa suku bunga dasar kredit akan diperbarui mulai bulan ini guna menstimulus pertumbuhan ekonomi Tiongkok.
 
Beijing telah bertahun-tahun mencoba mengubah cara suku bunga agar bisa bekerja dalam ekonominya. Sedangkan Tiongkok mempertahankan apa yang disebut ekonomi perintah -atau ekonomi yang direncanakan secara terpusat, dengan bank sentralnya menentukan di mana suku bunga untuk pinjaman dan simpanan bank seharusnya.
 
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS tidak ingin berbisnis dengan perusahaan Tiongkok, Huawei. Sekalipun pemerintah mempertimbangkan apakah akan memperpanjang masa tenggang buat perusahaan tersebut.
 
Dilaporkan Reuters dan media lain bahwa Departemen Keuangan AS diperkirakan memperpanjang penangguhan hukuman yang diberikan kepada Huawei Technologies Co Ltd yang mengizinkan perusahaan Tiongkok itu untuk membeli pasokan dari perusahaan AS sehingga perusahaan tersebut bisa melayani konsumen yang ada.
 
"Izin umum sementara, itu akan diperpanjang buat Huawei selama 90 hari," demikian laporan Reuters.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif