Presiden Tiongkok Xi Jinping  (FOTO: AFP)
Presiden Tiongkok Xi Jinping (FOTO: AFP)

Jinping: AS Tidak akan Putuskan Hubungan dengan Tiongkok

Ekonomi ekonomi amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 08 Juni 2019 20:02
St Petersburg: Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan kepada audiensi di Forum Ekonomi Internasional St Petersburg (SPIEF) tahunan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak tertarik untuk memutuskan hubungan dengan Tiongkok. Bahkan, Jinping mengakui, Presiden AS Donald Trump adalah temannya.
 
Xi berada pada hari terakhir kunjungan kenegaraan tiga hari ke Rusia di mana ia telah bertukar kata-kata hangat dengan tuan rumah Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan kedua pemimpin global tersebut menggambarkan hubungan yang hangat dan terjadi saat hubungan Rusia dengan AS berada di titik lemah.
 
Dalam kesempatan itu, Xi mengklaim koneksi antara AS dan Tiongkok akan tetap kuat. "Sangat sulit untuk membayangkan Amerika Serikat dari Tiongkok atau Tiongkok dari Amerika Serikat. Kami tidak tertarik dengan ini (memutuskan hubungan), dan mitra Amerika kami tidak tertarik dengan ini," kata Xi dalam bahasa Mandarin, diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Presiden Trump adalah teman saya dan saya yakin dia juga tidak tertarik dengan ini (memutuskan hubungan)," kata Xi, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 8 Juni 2019.
 
Setelah ditanya tentang perang dagang dengan Amerika Serikat, Xi mengatakan, melalui terjemahan bahwa Tiongkok akan tetap menjadi pendukung kuat globalisasi. Xi menambahkan bahwa integrasi global masih utuh dan diharapkan terus membaik di masa-masa yang akan datang.
 
"Ini adalah bagian kecil dari gelombang besar, yang akan membawa beberapa perubahan kecil, tetapi tidak akan dapat menghentikan globalisasi secara keseluruhan," kata Jinpung.
 
Xi mengatakan sistem global dan organisasi yang menetapkan persyaratan membutuhkan perbaikan tetapi tidak perlu merombak sistem. Lebih lanjut, Jinping menyerukan agar negara-negara berkembang memiliki suara yang didengar ketika mereka memiliki peran baru untuk dihormati.
 
Di sisi lain, Presiden Xi Jinping telah menggambarkan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai sahabatnya. "Dalam enam tahun terakhir, kami telah bertemu hampir 30 kali. Rusia adalah negara yang paling sering saya kunjungi, dan Presiden Putin adalah sahabat dan kolega saya," kata Xi pada konferensi pers.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif